Komisi Fatwa MUI: Peniadaan Shalat Idul Adha Berjamaah, Bukan Dilarang Beribadah

Kompas.com - 18/07/2021, 16:56 WIB
Umat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). Umat muslim menggelar shalat Idul Adha secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak serta wajib mengenakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGUmat muslim melaksanakan shalat Idul Adha di Jalan Pramuka Raya, Cempaka Putih, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2020). Umat muslim menggelar shalat Idul Adha secara berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti jaga jarak serta wajib mengenakan masker guna mencegah penyebaran COVID-19.


KOMPAS.com - Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Asrorun Ni'am Sholeh menegaskan secara kontekstual tidak ada ibadah yang dilarang.

Namun ditengah pandemi Covid-19 yang terus terjadinya penularan secara masif, cara pelaksanaan ibadah tersebut saja yang berbeda.

Ia meminta agar diksi yang seringkali disampaikan mengenai aturan berkaitan dengan suatu bidang, disampaikan oleh ahlinya.

"Pemilihan diksi yang baik ini akan mudah membangun komunikasi yang baik dan mudah diterima oleh publik," ujar Ni'am.

Salah satunya peniadaan shalat Idul Adha di masjid atau lapangan, menurut Ni'am bukan berarti umat Islam dilarang melakukan shalat Idul Adha.

Baca juga: Aturan Idul Adha, Anak Usia Di Bawah 18 Tahun Diminta Tak Bepergian

"Peniadaan aktivitas ibadah yang menimbulkan kerumunan. Aktivitas ibadah di masjid, dan tempat ibadah publik yang bersifat kerumunan seperti pengajian, majlis taklim, tahlil, istighasah kubrah) agar memerhatikan kondisi faktual," ujar Ni'am dalam Webinar Bidang Koordinasi Relawan dengan tema Menegakkan Protokol Ibadah Idul Adha di Era Pandemi, Minggu (18/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya terdapat dua aturan yang dapat diterapkan sesuai dengan aturan pemerintah PPKM darurat dan PPKM mikro.

Pertama kawasan tidak terkendali bisa mengambil rukhshah dengan melaksanakan ibadah di rumah dan kedua, kawasan terkendali dapat mengggelar penyelenggaraan ibadah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hal ini juga bertepatan dengan perayaan hari raya Idul Adha yang berkaitan dengan shalat id, pemotongan dan pembagian hewan kurban.

Ia menjelaskan, tujuan pembatasan ini untuk meminimalisir pergerakan yang dapat memicu kerumunan dan menyebabkan penularan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.