BTS-Pop Culture: Hiburan, Politik, dan Situs Pertarungan Dominasi

Kompas.com - 18/07/2021, 15:29 WIB
ilustrasi BTS Meal dengan saus cajun dan saus sweet chilli. SHUTTERSTOCK/Najmi Arifilustrasi BTS Meal dengan saus cajun dan saus sweet chilli.

DALAM kehidupan sehari-hari, kita tidak bisa lepas dari ragam budaya populer seperti musik, film, sinetron, iklan, fashion, media sosial, dan lain-lain. Banyak dari kita bahkan yang memiliki ketertarikan bahkan ketergantungan akan produk-produk budaya populer.

Salah satu contohnya adalah candu akan hiburan K-Pop Culture, salah satunya adalah BTS (Bangtan Boys), grup musik idola asal Korea Selatan besutan Big Hit Entertainment.

Popularitas BTS di dunia sudah tidak diragukan lagi. Dalam hitungan menit saja lagu-lagu mereka berhasil ditonton jutaan orang. Channel YouTube resmi HYBE Labels mereka telah memiliki 59.5 juta subscribers.

Akhir Mei 2021 BTS melakukan kolaborasi dengan McDonald (produk makanan cepat saji asal Amerika). Keduanya mengeluarkan produk BTS Meal yang mendapatkan respon luar biasa dari seluruh Army Indonesia (sebutan untuk penggemar BTS).

Paket BTS Meal ramai diserbu oleh para Army di Indonesia. Banyak driver ojek online yang mengantre melalui layanan drive-thru (tanpa turun) di gerai-gerai McDonald selama berjam-jam hanya untuk mendapatkan BTS meal yang dipesan oleh para Army.

Tidak hanya itu, para Army bahkan rela merogoh kocek mahal mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan dan mengoleksi benda-benda yang terkait dengan idola mereka yang dijual secara online oleh reseller.

Sebagian dari kita yang bukan penggemar boyband asal Korea Selatan ini mungkin akan merasa heran mengapa para Army Indonesia begitu antusias untuk membeli produk-produk bungkus makanan cepat saji yang bertemakan BTS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bagaimana produk budaya populer ini bisa menghipnotis massa untuk menggilai atau menjadi fetish terhadap produk-produk tertentu? Apakah konsumen hanya diproyeksikan sebagai objek produksi saja?

Baca juga: BTS Meal dan Imajinasi Fiktif Homo Sapiens

Industri hiburan Korea Selatan

Masuknya industri hiburan Korea Selatan di Indonesia memang sudah teridentifikasi sejak 90-an, kemudian semakin berkembang pada 2000an hingga memunculkan fenomena demam K-Pop dalam 10 tahun terakhir.

Sejak periode Hallyu (Gelombang Korea) pada 1990-an, produk budaya populer (film, drama serial, dan K-Pop Music) telah menyebar di berbagai negara Asia seperti China, Hongkong, Malaysia, hingga Indonesia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.