Berapa Jeda Waktu yang Baik antara Makan dan Tidur?

Kompas.com - 13/06/2021, 12:06 WIB
ilustrasi tidur. SHUTTERSTOCK/RAPEEPAT PORNSIPAKilustrasi tidur.

KOMPAS.com - Menahan untuk tidak makan di malam hari merupakan salah satu godaan yang sulit dihindari, terutama saat lembur kerja.

Makan tengah malam, dikaitkan dengan penyakit asam lambung dan kenaikan berat badan.

Sebab, berbaring dapat menyebabkan isi perut naik kembali ke kerongkongan, menyebabkan mulas atau gejala GERD.

Ini lebih mungkin terjadi jika perut belum sepenuhnya dikosongkan sebelum tidur.

Baca juga: Viral Info Ashraf Sinclair Meninggal karena GERD, Ini Penjelasan Dokter.

Karena itu, muncul satu pertanyaan: berapa lama harus menunggu antara makan dan tidur?

Melansir Verywell Health, ahli gizi akan memberitahu untuk menunggu sekitar 3 jam antara waktu makan terakhir dan waktu tidur.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jeda waktu itu memungkinkan terjadinya pencernaan dan isi perut berpindah ke usus kecil, serta mencegah masalah seperti mulas di malam hari.

Dengan membiarkan penundaan ini, kemungkinan timbulnya gejala sakit maag juga akan berkurang.

Baca juga: Apakah Penderita Sakit Maag Boleh Berpuasa? Ini Penjelasan Dokter

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X