Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi pada Tubuh Ketika Begadang Setiap Hari?

Kompas.com - 20/04/2024, 21:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Mahardini Nur Afifah

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah orang punya kebiasaan begadang atau terjaga sepanjang malam untuk mengerjakan tugas, bekerja, menonton film, atau pun melakukan kegiatan lainnya.

Meski menjadi kebiasaan sebagian orang, begadang bukanlah gaya hidup yang baik. Bahkan, begadang termasuk kebiasaan buruk yang bisa merusak kesehatan.

Dikutip dari News Medical, efek begadang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh, sampai fungsi otak. 

Lantas, apa yang terjadi pada tubuh ketika begadang setiap hari?

Baca juga: Ramai soal Utang Tidur, Bisakah Dilunasi dengan Tidur Lebih Lama?


Apa yang terjadi pada tubuh ketika begadang setiap hari?

Ilustrasi lelah bekerjaUnsplash Ilustrasi lelah bekerja

Orang dewasa membutuhkan tidur nyenyak setidaknya enam sampai delapan jam setiap hari. Tanpa tidur nyenyak cukup, fungsi tubuh tidak bisa berjalan optimal. Terlebih jika orang punya kebiasaan begadang. 

Berikut beberapa hal yang bisa terjadi apabila tubuh begadang setiap hari:

1. Suasana hati buruk

Kebiasaan begadang menyebabkan seseorang rentan mengalami masalah terkait suasana hati. Hal ini juga dibuktikan oleh para peneliti studi Biomolekul pada Maret 2021.

Para peneliti mencatat, mereka yang sering begadang dan melakukan pekerjaan di malam hari, lebih cenderung mengalami gangguan suasana hati hingga gangguan kepribadian.

Para peneliti juga berpendapat bahwa orang yang begadang mungkin lebih sulit mengatur emosinya.

Dalam studi yang diterbitkan pada 2017 di Journal of Biological Rhythms menunjukkan, orang yang begadang cenderung sulit melihat sisi baik segala sesuatu. 

Hal ini terjadi karena kronotipe atau kondisi biologis dan genetik seseorang yang berkaitan dengan ritme sirkadian (siklus tidur dan bangun tidur) terganggu.

2. Meningkatkan risiko diabetes

Kurang tidur atau kebiasaan begadang dapat menyebabkan penyakit yang serius, yakni meningkatkan risiko penyakit diabetes melitus.

Para peneliti dalam meta-analisis yang diterbitkan di Advances in Nutrition pada Januari 2022 menemukan, dari 39 penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa orang yang begadang memiliki risiko diabetes yang jauh lebih tinggi.

Baca juga: Ketahui, Ini 5 Manfaat Tidur Tanpa Bantal

3. Berumur pendek

Efek samping serius lainnya yang disebabkan karena kebiasaan begadang yakni dapat memperpendek umum seseorang.

Halaman:

Terkini Lainnya

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Tren
Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Tren
5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

Tren
Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Tren
Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis 'How to Make Millions Before Grandma Dies'

Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis "How to Make Millions Before Grandma Dies"

Tren
Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Tren
Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

Tren
8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

Tren
3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

Tren
Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Tren
AS Hapuskan 'Student Loan' 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

AS Hapuskan "Student Loan" 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

Tren
Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Tren
Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Tren
Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com