AS Perintahkan Kementerian Pertahanan Pertajam Fokus Pada China

Kompas.com - 12/06/2021, 18:45 WIB
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengunjungi pasukan Garda Nasional yang dikerahkan di Gedung Capitol AS dan sekelilingnya pada Jumat (29/1/2021) di Capitol Hill, Washington DC, AS. AP PHOTO/MANUEL BALCE CENETAMenteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengunjungi pasukan Garda Nasional yang dikerahkan di Gedung Capitol AS dan sekelilingnya pada Jumat (29/1/2021) di Capitol Hill, Washington DC, AS.

KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan memfokuskan kementerian pertahanannya pada China. Hal itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin. Ia menyebut kementerian yang dipimpinnya akan mempertajam fokusnya pada China.

"Sekarang terserah Kementerian untuk mulai bekerja," kata Austin pada Rabu (9/6/2021) setelah mengeluarkan arahan internal kepada birokrasi raksasa Pentagon.

Baca juga: KISAH MISTERI: Periode Gelap Pembantaian Rasial Tulsa di Amerika Serikat

China sendiri telah ditandai oleh AS sebagai saingan strategis utamanya. Kendati demikian, sebagaimana dilansir AFP, Austin masih merahasiakan rincian arahan tersebut.

Arahan tersebut diutarakan Austin setelah gugus tugas yang dibentuk oleh Presiden AS Joe Biden mengeluarkan penilaian dalam mempelajari strategi Kementerian Pertahanan terhadap China.

“Inisiatif yang saya kemukakan hari ini bersarang di dalam pendekatan pemerintah AS yang lebih besar ke China dan akan membantu menginformasikan pengembangan Strategi Pertahanan Nasional yang sedang kami kerjakan,” kata Austin.

Seorang pejabat senior pertahanan mengatakan, gugus tugas telah mengidentifikasi kesenjangan antara prioritas dengan aksi yang dilakukan AS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: China Tiba-tiba Luncurkan UU Anti-Sanksi untuk Lawan Tekanan Barat

“Dan apa yang kami lihat di sejumlah bidang yang terkait dengan perhatian, sumber daya, dan proses,” tutur pejabat tersebut.

"Arahan hari ini benar-benar tentang memastikan bahwa kementerian memenuhi prioritas itu," sambung pejabat itu.

Austin menuturkan, arahan tersebut akan meningkatkan kemampuan Kementerian Pertahanan untuk merevitalisasi jaringan sekutu dan mitra AS. “Meningkatkan pencegahan, mempercepat pengembangan konsep operasional baru, kemampuan yang muncul, postur kekuatan masa depan, serta tenaga kerja sipil dan militer yang dimodernisasi," tutur Austin.

Diketahui selama 20 tahun terakhir, operasi Pentagon sebagian besar difokuskan pada penanganan milisi di Timur Tengah, bukan tentara modern seperti China.

Sementara itu, Strategi Pertahanan Nasional 2018 Pentagon mengidentifikasi China sebagai pesaing strategis utama. Namun, gugus tugas menemukan bahwa tidak banyak yang telah dilakukan Washington untuk memenuhi tantangan yang ditimbulkan oleh Beijing.

Baca juga: Pertemuan dengan AS Tak Jadi, ASEAN Beralih ke China soal Vaksin Covid-19

Militer AS saat ini berusaha untuk memperluas kehadirannya di Pasifik ketika China semakin agresif terhadap Taiwan yang dianggapnya sebagai bagian dari wilayahnya.

Untuk memastikan arahannya diikuti, Austin akan bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan rekomendasi-rekomendasi rahasia dari gugus tugas.

(Penulis: Danur Lambang Pristiandaru | Editor: Danur Lambang Pristiandaru)


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X