Hati-hati, Berikut 3 Investasi Bodong yang Perlu Dihindari Masyarakat

Kompas.com - 27/05/2021, 18:05 WIB
Ilustrasi uang KOMPAS.com/NURWAHIDAHIlustrasi uang

KOMPAS.com - Kasus investasi bodong berbalut agama masih banyak ditemui di Indonesia.

Terbaru, pihak kepolisian menjaring pelaku investasi ilegal E-Dinar Coin (EDC) Cash pada April 2021.

Selain tidak hanya dilakukan satu kali saja, anggotanya bahkan mencapai ribuan orang.

Tidak tanggung-tanggung uang korban yang dikumpulkan pelaku investasi bodong ini mencapai puluhan miliar rupiah.

Baca juga: Mengenal Investasi Bodong MeMiles Beromzet Rp 750 Miliar dan Cara Kerjanya

Berikut sejumlah kasus investasi bodong di Indonesia:

1. Kampoeng Kurma

Dilansir dari Kompas.com (27/11/2020), Kampoeng Kurma Group merupakan salah satu investasi bodong yang menjanjikan investasi dengan fasilitas properti syariah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut keterangan pihak kepolisian, Kampoeng Kurma Group menawarkan 4.208 kavling dengan bonus sebuah pohon kurma untuk masing-masing kavling.

Penjual juga menjanjikan akan mendirikan pesantren, masjid, arena olahraga, kolam renang, dan fasilitas lainnya.

Baca juga: First Travel, Awal Berdiri, Lakukan Penipuan hingga Akhirnya Tumbang

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono mengatakan, jumlah korban dari Kampoeng Kurma mencapai 2.000 orang, dan sebagian besar korban tidak mendapatkan kavling maupun fasilitas yang diiming-imingi penjual.

Selain itu, perusahaan juga disebut sudah mengantongi Rp 333 miliar dari penjualan kavling.

Berdasarkan laporan yang dihimpun, seseorang membentuk enam perusahaan Kampoeng Kurma Group yang tersebar di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang pada 2017-2018.

Baca juga: Indonesia di Antara Belitan Natuna, Utang, dan Investasi China

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X