Studi: Hanya 13 hingga 18 Persen Pasien Covid-19 yang Bergejala

Kompas.com - 15/02/2021, 20:45 WIB
Ilustrasi demam dan batuk sebagai salah satu gejala awal Covid-19. SHUTTERSTOCK/DRAGANA GORDICIlustrasi demam dan batuk sebagai salah satu gejala awal Covid-19.

KOMPAS.com - Salah satu karakteristik pasien Covid-19 yang selama ini dikhawatirkan adalah mereka yang tidak menunjukkan gejala.

Sejumlah ilmuwan tengah meneliti mengenai tingkat kasus Covid-19 asimptomatik atau tidak bergejala pada populasi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan setidaknya 40 persen kasus merupakan tak bergejala, sementara penelitian lain menemukan sekitar 50 persen berasal dari orang tanpa gejala.

Namun kini, sebuah studi baru menunjukkan bahwa kasus tanpa gejala adalah mewakili sebagian besar infeksi yang terjadi.

Baca juga: 4 Gejala Baru Covid-19, dari Menggigil, Sakit Kepala, hingga Nyeri Otot

Hanya 13 persen yang bergejala

Para peneliti di University of Chicago membuat permodelan yang menggabungkan tes antibodi di New York City dari Maret hingga April 2020, kasus-kasus yang tercatat dari Maret hingga Juni serta adanya perubahan dalam kapasitas pengujian New York dalam rentang waktu tersebut.

Hasilnya disebutkan hanya 13 persen hingga 18 persen kasus positif Covid-19 yang bergejala.

"Ada banyak orang tanpa gejala, jauh lebih besar dari yang diasumsikan banyak penelitian," Rahul Subramanian, salah satu penulis penelitian dikutip dari Business Insider (13/2/2021). 

Sulit dideteksi

Infeksi asimptomatik termasuk sulit dikenali dan dikuantifikasi karena seseorang cenderung merasa baik-baik saja.

Perkiraan tim ini lebih tinggi dibanding penelitian yang lain karena mungkin menggunakan definisi lebih luas dari kasus tanpa gejala, yakni termasuk orang yang gejalanya sangat ringan yang menyebabkan seseorang itu tidak pernah melakukan pemeriksaan kesehatan.

Baca juga: Menurut Studi Ini, 1 dari 3 Kasus Covid-19 adalah Tanpa Gejala

Kasus non gejala

Para peneliti saat ini memperkirakan nilai reproduksi virus berada di antara 2 dan 3 yang berarti satu orang yang sakit bisa menginfeksi rata-rata dua hingga tiga orang lain.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X