Simak Lagi, Ini 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia

Kompas.com - 25/01/2021, 14:45 WIB
Perawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020). AP PHOTO/TSAFRIR ABAYOVPerawat Israel menyiapkan vaksin Covid-19 untuk disuntikkan di Barzilai Madical Center di kota Ashkelon, pada Minggu (20/12/2020).

KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masih melakukan pendataan terkait proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Berdasarkan rekap data, sebanyak 1.370.799 orang telah melakukan registrasi ulang terkait vaksinasi Covid-19, dengan 149.242 orang di antaranya telah mendapatkan suntikan vaksin.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, mengenai perkembangan situasi vaksinasi di Indonesia dapat diakses melalui situs resmi Kemenkes.

"Bisa ke website Kemkes (Kemenkes) ya. Itu di-update setiap jam 14.00 ya," kata Nadia kepada Kompas.com, Senin (25/1/2021) siang.

Baca juga: Nakes Kesulitan Registrasi Vaksinasi Covid-19, Kemenkes: Pendaftaran Dilakukan Manual

Indonesia menargetkan sebanyak 181.554.465 penduduk berumur di atas 18 tahun bisa mendapatkan vaksin virus corona Covid-19. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.486.840 orang tenaga kesehatan menjadi prioritas pertama yang akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19

Vaksinasi Indonesia

Dikutip dari indonesia.go.id, pada Januari hingga April akan dilakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, anggota TNI/Polri, dan aparatur pemerintah yang terdepan menangani pandemi.

Pada tahap awal, vaksinasi dilakukan menggunakan vaksin CoronaVac, pengembangan dari Sinovac Life Science Co, China dengan PT Biofarma.

Lebih lanjut, proses vaksinasi perdana dan seterusnya dijalankan sesuai dengan syarat-syarat medis dan standar badan kesehatan dunia (WHO), dengan penerima vaksin harus memenuhi beberapa persyaratan.

"Mereka yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dari Sinovac harus memenuhi kondisi kesehatan yang telah ditetapkan. Bagi mereka yang tidak memenuhi syarat itu, maka tidak bisa mendapatkan suntikan atau ditunda," ujar Nadia.

Baca juga: Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X