Kompas.com - 09/01/2021, 13:31 WIB
Ilustrasi hoaks KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar sebuah video dengan narasi antrean panjang di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Dalam video yang dibagikan di media sosial Facebook, tampak antrean panjang di sebuah ruangan besar.

Di samping antrean tersebut, terlihat berjejer tempat tidur yang penuh terisi.

Berdasarkan konfirmasi yang dilakukan Kompas.com, video tersebut tidak terjadi di RSD Wisma Atlet, Jakarta.

Narasi yang beredar

Sejumlah akun Facebook menyebarkan video dengan narasi antrean panjang terjadi di RSD Wisma Atlet, Jakarta.

Salah satunya diunggah oleh pemilik akun Facebook Enny Tanadi pada Jumat (8/1/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Hati2 y tmn2 tetap jaga ketat protokol kesehatan y Karena video yg Kita lihat ini bukan antrian nuju bandara tapi antrian nuju Wisma Atlet, sayangi diri Kita sendiri&keluarga terutama orang tua Kita perkuat imun tubuh Kita dgn Nuvit yg mendapat penghargaan Nobel &terbukti atasi pasien si Covit," tulis Enny Tanadi.

Narasi serupa juga disebarkan oleh akun Facebook Pakpahan Bongsu, Jumat (8/1/2021).

"Antrian panjang di wisma atlet..
Bukan untuk berlatih tapi untuk pulihkan kesehatan...
Bukan mau sehat tapi bagaimana supaya sehat
Mari kita lebih serius hadapi pandemi covid 19," tulis akun Facebook Pakpahan Bongsu.

Beredar sebuah video dengan narasi antrean panjang terjadi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.FACEBOOK Beredar sebuah video dengan narasi antrean panjang terjadi di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta.

Akun Facebook lain yang juga menyebarkan video yang sama dengan narasi hampir sama, di antaranya Ken NeroYudi Bachtiar dan Ali Susanto.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X