Rekor Kasus Covid-19 Harian Lewati 10.000, Bagaimana Kondisi Pandemi di Indonesia?

Kompas.com - 09/01/2021, 11:25 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2020). Petugas administrasi TPU Pondok Ranggon mengatakan saat ini jumlah makam yang tersedia untuk jenazah dengan protokol COVID-19 tersisa 1.069 lubang makam, dan diperkirakan akan habis pada bulan Oktober apabila kasus kematian akibat COVID-19 terus meningkat.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pada hari Jumat (8/1/2021) mengumumkan adanya penambahan 10.617 kasus baru harian Covid-19.

Rekor penambahan kasus harian itu menjadikan total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai angka 808.340 ribu.

Melihat kondisi ini, sebagian masyarakat mulai cemas karena angka kasus harian yang terus menanjak hari demi hari.

Banyak juga yang bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia? 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Pandemic Talks #ProtokolVDJ (@pandemictalks)

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 Tembus 10.000, Epidemiolog: Perjalanan Pandemi Masih Jauh

Tidak terkendali

Grafikkasus Covid-19 di Indonesia yang semakin menanjak setiap harinyascreenshoot Grafikkasus Covid-19 di Indonesia yang semakin menanjak setiap harinya

Terkait kondisi saat ini, pakar epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman menyebut kondisi pandemi di Indonesia saat ini sudah sangat tidak terkendali.

Hal itu diungkapkan Dicky setelah melihat data tingginya angka test positivity rate dan angka kematian yang ada di Indonesia.

"Kalau tidak terkendali itu karena dari indikator test positivity rate yang jauh di atas 10 persen. Jadi kalau di atas 10 persen, apalagi sering di kisaran 20 persen itu bukan saja amat sangat tinggi, tapi sangat tidak terkendali," jelas Dicky saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/1/2021).

Padahal apabila ingin mengendalikan pandemi angka positivity rate harus ditekan hingga mendekati atau di bawah 5 persen.

Angka positivity rate didapatkan dari jumlah kasus harian dibagi dengan jumlah pemeriksaan harian dan dikali 100.

Baca juga: Epidemiolog: PSBB Jawa-Bali akibat Pilkada dan Libur Panjang Nataru

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X