Kompas.com - 19/12/2020, 13:31 WIB
Jenazah almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dibawa ke masjid untuk disholati di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Senin (3/2/2020). Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB setelah menjalani perawatan pascaoperasi jantung. ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIFJenazah almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah dibawa ke masjid untuk disholati di Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Senin (3/2/2020). Gus Sholah meninggal dunia pada Minggu (2/2/2020) pukul 20.55 WIB setelah menjalani perawatan pascaoperasi jantung.

KOMPAS.com - Sepanjang 2020, Indonesia kehilangan banyak tokoh nasional berpengaruh.

Di antara mereka ada KH Salahuddin Wahid, Sapardi Djoko Damono, Jakob Oetama hingga Pramono Edhie Prabowo.

Berikut 7 tokoh yang berpulang pada 2020:

1. KH Salahuddin Wahid

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid saat menggelar konferensi pers di media center Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2015).KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng KH Salahuddin Wahid saat menggelar konferensi pers di media center Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama, Jombang, Jawa Timur, Minggu (2/8/2015).

Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau biasa disapa Gus Sholah meninggal dunia pada 2 Februari 2020.

Kondisi Gus Sholah telah menurun sejak dua minggu sebelumnya, ketika ia mengeluh adanya ritme jantung yang tidak beraturan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Keluhan tersebut membuat Gus Sholah sempat dilakukan ablasi.

Baca juga: 9 Dampak Stres pada Kesehatan Tubuh, dari Sebabkan Sakit Jantung hingga Rusak Kehidupan Seks

 

Ablasi merupakan semacam kateter untuk mengisolasi elektromagnetik liar di jantungnya.

Tercatat, Gus Sholah pernah menjabat sebagai Ketua PBNU (1999-2004), Ketua ICMI (2001-2003), dan sempat menjadi calon wakil presiden pada 2004, berpasangan dengan Wiranto.

Baca juga: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Jantung, Apa Saja?

2. Sapardi Djoko Damono

Penyair Sapardi Djoko Damono dengan penuh perasaan membacakan puisi dalam acara Malam Baca Puisi Selebriti yang diadakan oleh panitia Festival November 1998 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/12/1998).KOMPAS/JOHNNY TG Penyair Sapardi Djoko Damono dengan penuh perasaan membacakan puisi dalam acara Malam Baca Puisi Selebriti yang diadakan oleh panitia Festival November 1998 yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jumat (4/12/1998).

Sastrawan ternama Indonesia Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada 19 Juli 2020 di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.

Diketahui, sastrawan kelahiran 20 Maret 1943 itu meninggal akibat penurunan fungsi organ.

Selain berkarier di dunia pendidikan, Sapardi juga aktif dalam beberapa lembaga seni dan sastra.

Beberapa karya Sapardi Djoko Damono antara lain Duka-Mu Abadi (1969), Mata Pisau (1974), Perahu Kertas (1983), Sihir Hujan (1984), Hujan Bulan Juni (1994), dan Arloji (1998).

Baca juga: Mengenang Sapardi Djoko Damono dan Karya Abadinya bagi Dunia Sastra Indonesia

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.