Saat Kenaikan Cukai Rokok Disebutkan Masih Terlalu Kecil...

Kompas.com - 14/12/2020, 08:05 WIB
Salah satu sosialisasi perdes anti rokok di kantor Desa Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi. KOMPAS.COM/JAKA HBSalah satu sosialisasi perdes anti rokok di kantor Desa Maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi.

 

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan resmi menaikkan tarif cukai rokok tahun depan sebesar 12,5 persen.

"Kita akan menaikkan cukai rokok dalam hal ini sebesar 12,5 persen," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangan pers secara virtual, Kamis (10/12/2020).

Sri Mulyani mengatakan, hal itu terjadi lantaran kebijakan tersebut digodok dalam suasana pandemi Covid-19.

Baca juga: Bisakah Asap Rokok Menularkan Virus Corona pada Perokok Pasif?

Karenanya, pemerintah perlu untuk menyeimbangkan aspek unsur kesehatan dengan sisi perekonomian, yakni kelompok terdampak pandemi seperti pekerja dan petani.

Kendati demikian, kenaikan tarif cukai ini tidak berlaku bagi kelompok industri sigaret kretek tangan. Sebab, industri itu termasuk industri padat karya yang mempekerjakan 158.552 buruh.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi mengatakan kenaikan cukai rokok sebesar 12,5 persen masih terlalu kecil.

Baca juga: Viral Video Bapak dengan Tenggorokan Berlubang Akibat Rokok, Ini Kata Dokter

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X