Kenali Tanda-tanda Mengalami Delirium, Gejala Baru Covid-19

Kompas.com - 12/12/2020, 09:10 WIB
Ilustrasi delirium Shutterstock/Sfam_PhotoIlustrasi delirium

KOMPAS.com - Delirium disebut merupakan salah satu gejala baru pasien virus corona yang ditemukan saat ini.

Sebelumnya, gejala umum yang dirasakan pasien Covid-19 adalah kelelahan, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri dada dan nyeri otot, sulit berkonsentrasi, demam, menggigil, masalah pencernaan, kehilangan bau dan rasa, serta mata merah.

Sebuah studi menyebutkan, delirium umumnya dialami pasien Covid-19 yang berusia lanjut.

Dokter Divisi Psikiatri Komunitas, Rehabilitasi, dan Trauma Psikososial, Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa FKUI-RSCM, dr Gina Anindyajati SpKJ mengatakan, delirim menunjukkan terjadi perburukan dari suatu kondisi medis tertentu pada seseorang.

Ia menjelaskan, delirium adalah suatu kondisi perubahan kesadaran yang onset-nya akut dan terjadi secara mendadak.

"Orang yang mengalami delirium menunjukkan adanya gangguan tingkat kesadaran, perhatian, kognitif (kemampuan berpikir), dan persepsi yang terjadi secara fluktuatif (berubah-ubah dari waktu ke waktu)," ujar Gina, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (11/12/2020).

Baca juga: Jadi Gejala Baru Covid-19, Apa Itu Delirium?

Tanda-tanda mengalami delirium

Menurut dia, penyakit ini termasuk keadaan yang sulit dikenali karena tanda-tandanya sangat bervariasi.

Tingkatan derilium ada yang ringan sampai berat, dan kondisi ini bisa dilihat ketika seseorang tidur dan sulit dibangunkan, hingga tampak gelisah.

Gina mengatakan, gambaran utama orang yang mengalami delirium antara lain:

  • Gangguan kesadaran dan perhatian (kesadaran berkabut hingga koma)
  • Gangguan kognitif berupa proses pikir yang kacau, ketidakmampuan membedakan realita dan yang bukan, disorientasi, rendah daya memori
  • Gangguan siklus tidur-bangun, cenderung bangun dan gelisah di malam hari, pola tidur terbalik
  • Gangguan emosional yang tampak sebagai kecemasan hebat, iritabilitas (mudah marah)

Penyebab pasien Covid-19 alami delirium

Apa penyebab terjadinya delirium? Lebih jauh, Gina menjelaskan, delirium dapat terjadi pada pasien yang terinfeksi Covid-19 yang disebabkan oleh berbagai sebab, yakni:

  • Infeksi langsung ke jaringan otak
  • Inflamasi (peradangan) jaringan parenkim otak
  • Ensefalopati akibat toksin krn proses perjalanan penyakit Covid-19
  • Gagal nafas yang menyebabkan otak mengalami kekurangan oksigen berat
  • Infeksi berat yang memengaruhi organ2 vital
  • Hiperkoagulasi (pengentalan darah yang hebat) sehingga mengganggu aliran darah ke otak

Baca juga: Studi Ini Temukan Delirium Bisa Jadi Penanda Awal Covid-19, Khususnya pada Lansia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X