Simak, 6 SOP bagi Jemaah Umrah asal Indonesia dari Pemerintah Arab Saudi

Kompas.com - 16/11/2020, 18:01 WIB
Keberangkatan jemaah umrah perdana asal Indonesia di masa pandemi, melalui bandara Soekarno-Hatta, Minggu (1/11/2020). Dokumentasi AmphuriKeberangkatan jemaah umrah perdana asal Indonesia di masa pandemi, melalui bandara Soekarno-Hatta, Minggu (1/11/2020).
|

KOMPAS.com – Sebanyak 13 orang jemaah asal Indonesia yang tengah melaksanakan rangkaian ibadah umrah di Arab Saudi dinyatakan positif virus corona.

Mereka merupakan bagian dari jemaah umrah Indonesia yang diberangkatkan pada tanggal 1 dan 3 November. Indonesia diketahui mengirimkan tiga kloter, yakni 1,3, dan 8 November, dengan jumlah 359 jemaah umrah.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag), Oman Fathurahman, mengungkapkan 13 jemaah Indonesia dikonfirmasi positif Covid-19 dari hasil tes PCR/SWAB yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Para jemaah tersebut diisolasi di hotel tempat menginap sampai dengan 10 hari, sejak terkonfirmasi positif. Selanjutnya, mereka akan diizinkan salat di Masjidil Haram dan umrah.

“Setelah itu, mereka meninggalkan Makkah untuk kembali ke Indonesia,” ungkap Oman dalam keterangan resmi yang dimuat di laman Kemenag, Senin (16/11/2020).

Atas temuan kasus positif itu, jemaah umrah Indonesia yang berangkat pada 1 dan 3 November 2020, tidak dapat melanjutkan ziarah ke Madinah.

Saat kepulangan di Tanah Air, jemaah yang tidak memiliki dokumen hasil swab PCR dari Arab Saudi dilakukan karantina. Para jemaah juga wajib pemeriksaan swab PCR oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Jemaah Umrah Diminta Ikuti Aturan Karantina di Saudi, Jangan Jalan-jalan

SOP umrah bagi jemaah asal Indonesia

Kemenag mengingatkan pemerintah Arab Saudi telah menetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi jemaah umrah asal Indonesia

Arturan itu mencakup mulai dari keberangkatan hingga kepulangan.

SOP berkaitan protokol kesehatan yang harus dilakukan jemaah umrah, yakni:

  1. 72 jam sebelum berangkat, jemaah wajib melakukan Swab/PCR dengan hasil negatif.
  2. Sampai di Arab Saudi, jemaah dikarantina di hotel selama tiga hari.
  3. Saat proses karantina berlangsung, jemaah dilakukan Swab/PCR ulang oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Jika negatif, jemaah diizinkan beribadah umrah. Jika positif, jemaah harus melanjutkan isolasi mandiri di hotel yang sama, hingga negatif.
  4. Saat akan beribadah umrah dan salat lima waktu, jemaah wajib input data dalam aplikasi etamarna dan tawakkalna.
  5. Pelaksanaan ibadah umrah hanya sekali dalam satu fase keberangkatan jemaah dari Indonesia.
  6. Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta menerapkan protokol kesehatan bagi jemaah umrah yang datang dari Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Baca juga: Arab Saudi Hentikan Sementara Visa Umrah untuk Jemaah Asal Indonesia

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X