Rizieq Shihab dan FPI Didenda Rp 50 Juta, Ingat Lagi Aturan PSBB Transisi di Jakarta

Kompas.com - 16/11/2020, 15:54 WIB
Tamu undangan pernikahan putri Rizieq Shihab, Shafira Najwa Shihab, mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) malam.   Pantauan kompas.com pukul 18.45 WIB, para tamu duduk berdesakan di depan panggung yang telah disediakan.  Tak ada jaga jarak minimal satu meter sesuai protokol untuk pencegahan virus corona Covid-19. Para tamu justru duduk saling berhimpitan. KOMPAS.com/IhsanuddinTamu undangan pernikahan putri Rizieq Shihab, Shafira Najwa Shihab, mulai berdatangan ke Petamburan, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020) malam. Pantauan kompas.com pukul 18.45 WIB, para tamu duduk berdesakan di depan panggung yang telah disediakan. Tak ada jaga jarak minimal satu meter sesuai protokol untuk pencegahan virus corona Covid-19. Para tamu justru duduk saling berhimpitan.

KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menjatuhkan denda administratif kepada Rizieq Shihab dan Front Pembela Islam (FPI) sebesar Rp 50 juta.

Denda itu berkaitan dengan pelanggaran protokol kesehatan saat melangsungkan pesta pernikahan anak Rizieq Shihab dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Pelanggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi yang dimaksud adalah tidak adanya pembatasan jumlah tamu undangan sehingga menimbulkan kerumunan.

"Pokoknya acara apa pun yang dilakukan ketika bertentangan dengan protokol Covid-19, maka itu akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin.

Baca juga: Pemerintah Sesalkan Pelanggaran Protokol Kesehatan di Acara Maulid Nabi dan Pesta Pernikahan Putri Rizieq Shihab

Lantas, bagaimana aturan bagi pelanggar PSBB transisi di DKI Jakarta?

Industri, perkantoran, hotel, dan wisata

Aturan selama masa PSBB transisi jilid II di Jakarta tertulis di Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 101 Tahun 2020.

Pasal 8 Ayat 1 tertulis pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran, tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis dan tempat wisata, dalam menyelenggarakan aktivitas bekerja wajib melaksanakan perlindungan kesehatan masyarakat.

Pada huruf l, disebutkan diharuskan menghindari aktivitas kerja/kegiatan yang dapat menciptakan kerumunan orang.

Jika hal tersebut tidak dilaksanakan maka dikenai sanksi administratif berupa penutupan sementara paling lama 3x24 jam.

Sementara itu, apabila pelanggaran diulangi maka dikenai sanksi denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Pelanggaran berulang satu kali dikenakan denda administratif sebesar Rp 50.000.000
  • Pelanggaran berulang dua kali dikenakan denda administratif sebesar Rp 100.000.000
  • Pelanggaran berulang tiga kali dan berikutnya dikenakan denda administratif sebesar Rp 150.000.000

Baca juga: Anies Mengaku Sudah Surati Rizieq Shihab soal Larangan Kerumunan, tapi Tak Digubris

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Kartini, Bagaimana Isi Buku Habis Gelap Terbitlah Terang?

Hari Kartini, Bagaimana Isi Buku Habis Gelap Terbitlah Terang?

Tren
Cara Memperpanjang SIM, Macam hingga Rincian Tarif Pembuatannya...

Cara Memperpanjang SIM, Macam hingga Rincian Tarif Pembuatannya...

Tren
Hari Kartini, Penumpang Kereta Api Akan Diberikan Makan dan Minum Gratis, Begini Ketentuannya

Hari Kartini, Penumpang Kereta Api Akan Diberikan Makan dan Minum Gratis, Begini Ketentuannya

Tren
Update Corona 21 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | 'Badai' Kasus Covid-19 Landa India

Update Corona 21 April: 10 Negara dengan Kasus Tertinggi | "Badai" Kasus Covid-19 Landa India

Tren
[HOAKS] Asteroid PDC 2021 Sebabkan Penduduk Dunia Mengungsi ke Indonesia

[HOAKS] Asteroid PDC 2021 Sebabkan Penduduk Dunia Mengungsi ke Indonesia

Tren
Menilik Kembali Perjuangan dan Gagasan Kartini

Menilik Kembali Perjuangan dan Gagasan Kartini

Tren
Kartini dan Sekolah Kartini, Impian Wanita Pribumi dan Utang Rasa Pemerintah Belanda

Kartini dan Sekolah Kartini, Impian Wanita Pribumi dan Utang Rasa Pemerintah Belanda

Tren
Mengenal Raden Ajeng Kartini, Sosok, dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenal Raden Ajeng Kartini, Sosok, dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Sekolah Kedinasan 2021: dari Passing Grade, SKD, hingga Seleksi Lanjutan

Sekolah Kedinasan 2021: dari Passing Grade, SKD, hingga Seleksi Lanjutan

Tren
4 Hal yang Perlu Diketahui soal THR PNS 2021, dari Jadwal Pencairan hingga Besarannya...

4 Hal yang Perlu Diketahui soal THR PNS 2021, dari Jadwal Pencairan hingga Besarannya...

Tren
Terpapar Corona Setelah Terima Vaksin Pertama, Bagaimana Dosis Kedua?

Terpapar Corona Setelah Terima Vaksin Pertama, Bagaimana Dosis Kedua?

Tren
[POPULER TREN] Penjelasan Lapan soal Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid | Kisi-kisi dan Materi Soal CPNS dan PPPK 2021

[POPULER TREN] Penjelasan Lapan soal Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid | Kisi-kisi dan Materi Soal CPNS dan PPPK 2021

Tren
Danau hingga Pulau, Ini 3 Fenomena Alam yang Muncul Setelah Siklon Tropis Seroja

Danau hingga Pulau, Ini 3 Fenomena Alam yang Muncul Setelah Siklon Tropis Seroja

Tren
[HOAKS] Video Vaksin Covid-19 mRNA Dapat Mengubah Orang Jadi Zombie

[HOAKS] Video Vaksin Covid-19 mRNA Dapat Mengubah Orang Jadi Zombie

Tren
Video Viral Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid 2021 PDC, Ini Kata Lapan

Video Viral Indonesia Akan Diserbu Pengungsi dari Eropa karena Asteroid 2021 PDC, Ini Kata Lapan

Tren
komentar
Close Ads X