Mengenal Tato Maori yang Dimiliki Menlu Selandia Baru

Kompas.com - 07/11/2020, 09:30 WIB
Foto yang diambil pada 28 Februari 2020 menunjukkan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama Menteri Pembangunan Maori dan Pemerintahan Lokal saat itu, Nanaia Mahuta, saat penandatanganann Kesepakatan Kolaborasi Masyarakat Adat di Admiralty House di Sydney, Australia. Mahuta kemudian menjadi menteri luar negeri dia kabinet periode kedua Ardern pada 2 November 2020. AFP PHOTO/BIANCA DE MARCHIFoto yang diambil pada 28 Februari 2020 menunjukkan Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern bersama Menteri Pembangunan Maori dan Pemerintahan Lokal saat itu, Nanaia Mahuta, saat penandatanganann Kesepakatan Kolaborasi Masyarakat Adat di Admiralty House di Sydney, Australia. Mahuta kemudian menjadi menteri luar negeri dia kabinet periode kedua Ardern pada 2 November 2020.

KOMPAS.com - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern mengumumkan Menteri Luar Negeri (Menlu) baru dalam jajaran kabinetnya pada Senin (2/11/2020).

Dilansir dari CNN, Senin (2/11/2020) jabatan tersebut kini dipegang oleh Nanaia Mahuta, perempuan dari suku Maori, yang merupakan penduduk asli Selandia Baru.

Sebelum menjadi Menlu, Mahuta menjabat sebagai Menteri Pembangunan Maori dan Pemerintahan Lokal.

Baca juga: Saat Australia Mencoba Alternatif Pelacakan Virus Corona Melalui Selokan...

Mahuta menjadi Menlu perempuan pertama Selandia Baru yang merupakan keturunan dari penduduk asli negara itu.

Sebelumnya, jabatan itu diemban oleh Winston Peters, pria yang juga berasal dari suku Maori.

"Saya merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin perundingan Selandia Baru dengan komunitas internasional," kata Mahuta, dikutip dari Radio Nasional Selandia Baru.

Baca juga: Usai Nonton Konser Rock, Seorang Pria Terinfeksi Virus Corona di Selandia Baru

Selain menjadi perempuan Maori pertama yang menjadi Menlu, Mahuta juga menarik perhatian karena penampilannya yang tidak biasa.

Wajah Mahuta dihiasi dengan tato berwarna hitam yang memiliki pola unik.

Pola tersebut merupakan pola tato khas suku Maori.

Baca juga: Sejarah Tato di Dunia: Bentuk Sanksi, Pengobatan, dan Seni

Mengenal tato Maori

Budaya Maori di Selandia Baru.Shutterstock Budaya Maori di Selandia Baru.

Dilansir dari laman Zealand Tattoo, sebuah studio tato di Selandia Baru, tato Maori atau oleh masyarakat lokal disebut moko merupakan kebudayaan asli Maori yang dianggap sakral.

Seni tato Maori pertama kali dikenal dunia ketika penjelajah asal Inggris, Captain James Cook, mendarat di Selandia Baru pada 1769.

Tato Maori kemudian semakin dikenal di Eropa, ketika pada 1814, pemimpin suku Maori bernama Hongi dibawa ke Inggris untuk membantu penerjemahan Injil ke bahasa lokal.

Sejak saat itu, kebudayaan suku Maori dikenal oleh dunia dan seni tato Maori juga turut menjadi bagian dari identitas suku itu.

Baca juga: Soal Program Hapus Tato di Polres Talaud, Polri: Terbuka untuk Siapapun

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hati-hati, Berikut Kandungan Skincare yang Tidak Direkomendasikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Mugwort

Hati-hati, Berikut Kandungan Skincare yang Tidak Direkomendasikan untuk Ibu Hamil, Termasuk Mugwort

Tren
Mengenal Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dari Rekam Jejak hingga Harta Kekayaan...

Mengenal Kapolri Listyo Sigit Prabowo, dari Rekam Jejak hingga Harta Kekayaan...

Tren
Pencipta Varian Rasa Indomie Nunuk Nuraini Meninggal Dunia, Bagaimana Sejarah Indomie?

Pencipta Varian Rasa Indomie Nunuk Nuraini Meninggal Dunia, Bagaimana Sejarah Indomie?

Tren
3 Fakta Seputar Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie yang Meninggal pada Usia 59 Tahun

3 Fakta Seputar Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie yang Meninggal pada Usia 59 Tahun

Tren
Foto Viral Pencurian di Museum Sulawesi Tenggara, Keris dan Samurai Peninggalan Jepang Hilang

Foto Viral Pencurian di Museum Sulawesi Tenggara, Keris dan Samurai Peninggalan Jepang Hilang

Tren
Polemik Puisi Cinta dan Benci yang Disebut Karya Chairil Anwar, Ini Klarifikasi Sutradara Film Binatang Jalang

Polemik Puisi Cinta dan Benci yang Disebut Karya Chairil Anwar, Ini Klarifikasi Sutradara Film Binatang Jalang

Tren
Insentif Prakerja Cair Maksimal Maret 2021, Simak Penjelasannya...

Insentif Prakerja Cair Maksimal Maret 2021, Simak Penjelasannya...

Tren
Penjelasan Lengkap BPPTKG soal Kondisi Merapi dan Link CCTV untuk Memantaunya

Penjelasan Lengkap BPPTKG soal Kondisi Merapi dan Link CCTV untuk Memantaunya

Tren
[POPULER TREN] Aturan Kemenkes soal Klaim Pasien Covid-19 | Meninggalnya Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie

[POPULER TREN] Aturan Kemenkes soal Klaim Pasien Covid-19 | Meninggalnya Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie

Tren
Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie, Meninggal Dunia

Nunuk Nuraini, Peracik Bumbu Indomie, Meninggal Dunia

Tren
Gelar Konser Saat Pandemi Covid-19, The Flaming Lips Gunakan Balon Raksasa

Gelar Konser Saat Pandemi Covid-19, The Flaming Lips Gunakan Balon Raksasa

Tren
Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ini yang Perlu Dilakukan Negara

Kasus Dugaan Rasialisme terhadap Natalius Pigai, Ini yang Perlu Dilakukan Negara

Tren
Ledakan Arab Saudi Diduga Dilakukan Kelompok Militan Houthi, Bagaimana Sepak Terjangnya?

Ledakan Arab Saudi Diduga Dilakukan Kelompok Militan Houthi, Bagaimana Sepak Terjangnya?

Tren
Soal Pam Swakarsa, Kapolri Dinilai Lebih Baik Maksimalkan Siskamling

Soal Pam Swakarsa, Kapolri Dinilai Lebih Baik Maksimalkan Siskamling

Tren
BPPTKG: Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi Efusif

BPPTKG: Gunung Merapi Memasuki Fase Erupsi Efusif

Tren
komentar
Close Ads X