Kompas.com - 06/10/2020, 11:56 WIB
Ilustrasi paspor Inggris. SHUTTERSTOCKIlustrasi paspor Inggris.

KOMPAS.com - Selain para buruh dan pekerja yang kecewa dengan disahkannya Omnibus Law Cipta Kerja, warganet juga mengungkapkan cuitan bernada protes sejak Senin petang (5/10/2020). 

Tagar #MosiTidakPercaya misalnya, dicuitkan lebih dari 1,35 juta warganet. Sementara tagar #tolakruuciptakerja dicuitkan 1,25 juta akun. 

Tagar lainnya adalah gagalkanruuciptakerja, omnibuslawrugikanrakyat dan jegalsampaibatal. 

Namun ada pula warganet yang memilih protes dalam cuitan lain, yaitu menyebut ingin pindah warga negara. 

Tidak sedikit warganet yang mengungkapkan ingin berganti kewarganegaraan, karena mengaku kecewa dengan disahkannya UU Cipta Kerja. 

Lalu bisa kah seorang WNI melepaskan status kewarganegaraannya?

Melansir informasi dari kanal resmi Pemerintah Indonesia, di Indonesia.go.id, ada cara atau hal yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan status WNI. 

Dijelaskan, untuk mengurus hal ini, seseorang harus memroses melalui pejabat dan Menteri Hukum dan HAM, sebelum akhirnya diputuskan oleh presiden.

Baca juga: Ingin Kerja di Luar Negeri? Cek Info Lowongan Kerja Resmi di BP2MI Ini

Hal-hal yang otomatis menghapus status WNI

Ilustrasi Selandia Baru - Lake Tekapo.PIXABAY / HOLGER DETJE Ilustrasi Selandia Baru - Lake Tekapo.

Namun, ada juga yang membuat seseorang secara otomatis akan kehilangan status WNI-nya, cara-cara itu adalah sebagai berikut:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X