Belum Dapat Subsidi Kuota dari Kemendikbud? Ini Penyebabnya....

Kompas.com - 02/10/2020, 06:30 WIB
Orang tua siswa membimbing anaknya belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Fasilitas internet gratis menggunakan modem WiFi yang disediakan oleh warga setempat yang lebih mampu itu bertujuan untuk membantu kelancaran proses belajar daring siswa yang tidak mampu membeli paket kuota internet selama pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIOrang tua siswa membimbing anaknya belajar daring memanfaatkan jaringan internet gratis di kolong rel kereta api Mangga Besar, Jakarta, Rabu (26/8/2020). Fasilitas internet gratis menggunakan modem WiFi yang disediakan oleh warga setempat yang lebih mampu itu bertujuan untuk membantu kelancaran proses belajar daring siswa yang tidak mampu membeli paket kuota internet selama pandemi COVID-19.

KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) telah menyalurkan bantuan berupa subsidi kuota bagi pelajar yang terdampak pandemi Covid-19 sejak Selasa (29/9/2020).

Tidak hanya pelajar, guru dan dosen pun mendapatkan subsidi yang serupa.

Namun dalam praktiknya, masih ada yang mengeluhkan belum sampainya bantuan subsidi kuota tersebut, meski yang bersangkutan berstatus sebagai pelajar.

Keluhan dari warganet lainnya, yakni adanya bantuan subsidi kuota yang nyasar, lantaran meski sudah bukan sebagai mahasiswa, tetapi tetap mendapatkan subsidi kuota dari Kemendikbud.

"Udah lulus kuliah masih dpt kuota kemendikbud, gmn nih sayang ga kepake:(" tulis akun Twitter @chillwithday6 dalam twitnya, Rabu (1/10/2020).

Baca juga: Kuota Gratis Kemendikbud, Ini Cara Mendapatkannya untuk Pelanggan Axis dan XL

Baca juga: Curhatan Seorang Guru di Tengah Pandemi Corona...

Lantas, apa penyebab masih adanya pelajar, guru, dan dosen yang belum mendapatkan bantuan subsidi kuota Kemendikbud tersebut?

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Evy Mulyani mengungkapkan, faktor pelajar atau guru/dosen yang tidak mendapatkan subsidi kuota bisa dikarenakan adanya data yang belum sempurna.

"Bagi mahasiswa, siswa, guru, maupun dosen yang belum mendapat bantuan kuota meskipun sudah mendaftarkan, kemungkinan karena Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) belum sempurna atau data ponsel tidak akurat sehingga dikembalikan ke satuan pendidikan," ujar Evy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (1/10/2020).

Baca juga: Anak Sulit Belajar Saat Pembelajaran Jarak Jauh? Simak Tips Berikut...

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Corona Dunia 22 Oktober: AS Ingin Percepat Pengadaan Vaksin | Menkes Jerman Positif Covid-19

Update Corona Dunia 22 Oktober: AS Ingin Percepat Pengadaan Vaksin | Menkes Jerman Positif Covid-19

Tren
Situasi Memburuk, Spanyol Catatkan 1 Juta Kasus Covid-19

Situasi Memburuk, Spanyol Catatkan 1 Juta Kasus Covid-19

Tren
346 Ahli Memprediksi Sepeda dan Bus Akan Jadi Alat Transportasi Dominan di Perkotaan

346 Ahli Memprediksi Sepeda dan Bus Akan Jadi Alat Transportasi Dominan di Perkotaan

Tren
Besok Batas Akhir Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Beli Pelatihan

Besok Batas Akhir Peserta Kartu Prakerja Gelombang 9 Beli Pelatihan

Tren
Google Adakan Kelas Gratis Terkait Bisnis Online hingga Jasa, Ini Informasinya

Google Adakan Kelas Gratis Terkait Bisnis Online hingga Jasa, Ini Informasinya

Tren
[POPULER TREN] Mau BLT UMKM Rp 2,4 Juta? Ini Caranya | Viral Jargon 'Tarik Sis, Semongko'

[POPULER TREN] Mau BLT UMKM Rp 2,4 Juta? Ini Caranya | Viral Jargon "Tarik Sis, Semongko"

Tren
Ilmuwan Belanda Menemukan Organ Baru di Dalam Kepala Manusia, Apa Itu?

Ilmuwan Belanda Menemukan Organ Baru di Dalam Kepala Manusia, Apa Itu?

Tren
WHO Ingatkan Pentingnya Karantina untuk Kendalikan Pandemi Corona

WHO Ingatkan Pentingnya Karantina untuk Kendalikan Pandemi Corona

Tren
Jargon 'Tarik Sis, Semongko' Kini Viral, Bagaimana Tanggapan Pencetusnya?

Jargon "Tarik Sis, Semongko" Kini Viral, Bagaimana Tanggapan Pencetusnya?

Tren
Demo Thailand Masih Berjalan, Ini Imbauan Kemenlu untuk WNI di Bangkok

Demo Thailand Masih Berjalan, Ini Imbauan Kemenlu untuk WNI di Bangkok

Tren
Tekan Beban Operasional, Cathay Pasific Airways Berhentikan 5.900 Pekerja

Tekan Beban Operasional, Cathay Pasific Airways Berhentikan 5.900 Pekerja

Tren
Soal Cek Suhu Tubuh di Tangan, Efektifkah?

Soal Cek Suhu Tubuh di Tangan, Efektifkah?

Tren
Mengenal Motif Batik Megamendung yang Ada di Masker PM Jepang

Mengenal Motif Batik Megamendung yang Ada di Masker PM Jepang

Tren
Penyaluran Subsidi Gaji ke 150.000 Pekerja Terkendala Data Tak Valid, Bagaimana Solusinya?

Penyaluran Subsidi Gaji ke 150.000 Pekerja Terkendala Data Tak Valid, Bagaimana Solusinya?

Tren
Sempat Dihentikan, Uji Coba Vaksin Corona AstraZeneca Akan Dilanjutkan

Sempat Dihentikan, Uji Coba Vaksin Corona AstraZeneca Akan Dilanjutkan

Tren
komentar
Close Ads X