Makanan Pedas Disebut Mampu Turunkan Risiko Kematian Dini, Benarkah?

Kompas.com - 13/09/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya. SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJOIlustrasi sejumlah jenis sambal Nusantara beserta cabai yang menjadi bahan utama pemicu sensasi rasa pedasnya.

KOMPAS.com -  Orang-orang yang memakan makanan pedas hampir setiap harinya disebutkan memiliki risiko kematian lebih rendah daripada orang-orang yang mengonsumsi makanan pedas satu kali dalam seminggu.

Hal itu terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan Harvard School of Publich Health, pada Agustus 2015.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal BMJ.

Baca juga: Viral, Video Detik-detik Truk Cabai di Situbondo Oleng hingga Senggol Pemotor

Melansir laman Harvard Health Publishing, peneliti mengevaluasi informasi kesehatan dan makanan yang dikonsumsi hampir 500.000 orang di China dari 2004 hingga 2008.

Peserta yang diamati berusia 30-79 tahun saat penelitian dimulai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, para peneliti melihat perkembangan hingga tujuh tahun setelahnya, yaitu saat sekitar 20.000 orang meninggal.

Baca juga: Studi: Cabai Kurangi Risiko Kematian akibat Serangan Jantung dan Stroke

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X