BMKG Ingatkan Waspada Gempa Kerak Dangkal karena Sesar Aktif di Pulau Jawa

Kompas.com - 04/09/2020, 16:19 WIB
Ilustrasi gempa bumi. AFPIlustrasi gempa bumi.

KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan agar masyarakat waspada terhadap gempa kerak dangkal akibat adanya sesar aktif yang terjadi di Pulau Jawa.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, mengatakan, dalam dua hari terakhir, pada 3 September dan 4 September 2020, BMKG mencatat ada empat kali gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang terjadi di daratan Pulau Jawa.

“Gempa akibat aktivitas sesar aktif, meskipun magnitudonya tidak terlalu besar, maka patut diwaspadai. Keberadaan sesar aktif yang jalurnya dekat kawasan permukiman tentu sangat berisiko dapat menimbulkan kerusakan dan juga korban jiwa,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono saat dihubungi Kompas.com, Jumat (4/9/2020).

Baca juga: Catatan Gempa Selama Agustus, Daerah Paling Aktif, dan Penyebabnya...

Adapun empat gempa yang terjadi selama dua hari terakhir ini adalah sebagai berikut:

  1. Gempa Dieng magnitudo 2,2 pada 3 September 2020 pukul 05.00 WIB dengan lokasi episenter pada koordinat 7,12 LS dan 109,78 BT, tepatnya di darat pada jarak 14 km arah utara Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Adapun kedalaman 10 km, dan dirasakan di Dieng pada skala I-II MMI.

  2. Gempa Sukabumi magnitudo 2,7 pada 3 September 2020 pukul 20.42 WIB lokasi episenter pada koordinat 7,08 LS dan 106.95 BT, tepatnya di darat pada jarak 18 km arah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman 10 km, dan dirasakan di Kecamatan Nyalindung Sukabumi dengan skala intensitas II-III MMI.

  3. Gempa Bantul magnitudo 3,1 pada 4 September 2020 pukul 00.07 WIB lokasi episenter pada koordinat 7,93 LS dan 110,48 BT di darat pada jarak 15 km arah barat laut Gunungkidul, Yogyakarta. Kedalaman 5 km dan dirasakan di Bantul dengan skala intensitas II MMI.

  4. Gempa Sukabumi magnitudo 3,3 pada 4 September 2020 pukul 13.30 WIB lokasi episenter pada koordinat 7,11 LS dan 106,93 BT, tepatnya di darat pada jarak 20 km arah tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman 4 km dan dirasakan di Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, dengan skala intensitas II-III MMI.

Daryono menyebutkan, gempa Dieng terjadi karena dipicu oleh sesar di sekitar Pegunungan Dieng.

Adapun gempa Sukabumi dipicu oleh aktivitas sesar aktif di zona Cipamingkis.

Sementara itu, gempa Bantul dipicu oleh aktivitas penyesaran di zona Sesar Opak.

Baca juga: BMKG Ungkap 9 Wilayah Zona Aktif Gempa yang Mungkin Berlanjut hingga September 2020

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X