Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tatanan Hidup Baru, Apa yang Harus Dilakukan Setelah Berada di Keramaian?

Kompas.com - 15/06/2020, 18:05 WIB
Vina Fadhrotul Mukaromah,
Inggried Dwi Wedhaswary

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah negara diketahui telah mencabut kebijakan pembatasan atau penguncian (lockdown) yang sebelumnya diberlakukan untuk menahan penyebaran virus corona.

Kondisi ini tentu membuat adanya kemungkinan tempat-tempat publik kembali ramai dan dipenuhi orang-orang.

Demikian pula di Indonesia. Pemerintah menyebut fase new normal yang membuka kembali aktivitas di tempat perbelanjaan dan tempat-tempat publik lainnya dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Para pekerja juga kembali bekerja di kantor.

Menghindari tempat ramai mungkin juga akan sulit di kemudian harinya.

Meskipun telah menjalankan langkah pencegahan, terkadang sulit untuk menjaga jarak fisik ketika berada di tempat yang ramai.

Setelah mengunjungi tempat ramai, mungkin Anda khawatir apakah telah terpapar virus corona dan harus menjalani pemeriksaan, serta kapan harus melakukannya.

Baca juga: Simulasi Terbang di Era New Normal: Berapa Kira-kira Biaya Yogyakarta-Jakarta dan Surabaya-Jakarta?

Apa yang harus dilakukan setelah mengunjungi atau berada di keramaian?

Kapan harus menjalani pemeriksaan?

Warga antre menggunakan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Senin (15/6/2020). Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta mengatur ketentuan waktu masuk, pulang, dan istirahat kantor bagi pekerja atau karyawan di Ibu Kota selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Warga antre menggunakan KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Senin (15/6/2020). Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta mengatur ketentuan waktu masuk, pulang, dan istirahat kantor bagi pekerja atau karyawan di Ibu Kota selama masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Mengutip Healthline, menurut Asisten Profesor di Rutgers New Jersey Medical School Jason Yang, pemahaman tentang Covid-19 masih terus berkembang.

Akan tetapi, konsensus ilmiah saat ini menyatakan bahwa semua jenis kerumunan publik akan membawa seseorang pada risiko paparan virus corona.

Meski pada kasus tertentu tidak menunjukkan gejala, mereka masih dapat menularkan virus yang dibawanya.

Yang menyebutkan, ketika seseorang telah melakukan kontak dekat dengan orang yang positif terinfeksi Covid-19, ia harus segera memeriksakan diri.

Selain itu, ketika seseorang mulai mengalami gejala virus corona seperti batuk, napas pendek, atau demam. 

Sementara itu, jika Anda baru saja menghadiri acara dengan banyak orang seperti demonstrasi atau perkumpulan lainnya, Yang merekomendasikan untuk menunggu selama satu minggu sebelum menjalani tes.

"Periode inkubasi untuk virus SARS-CoV-2 adalah 1-2 minggu, jadi melakukan tes segera setelahnya justru dapat menunjukkan hasil yang negatif" jelas dia.

Baca juga: Bawalah Bekal Makan Saat Pergi Kerja di Era New Normal, Kenapa?

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Ilmuwan China Ungkap Makanan yang Bisa Menjadi Rahasia Panjang Umur

Tren
Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Catat, Ini Waktu Larangan untuk Minum Kopi dan Dampaknya

Tren
Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial 'Joko Anwar's Nightmares and Daydreams'

Mengenal Teori Bumi Berlubang dan Agartha, Inspirasi Serial "Joko Anwar's Nightmares and Daydreams"

Tren
Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Kemenkumham Soroti Kasus Peserta UTBK Tunarungu Dipaksa Copot ABD dan Dicurigai Joki

Tren
Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Siswa SMP Tewas Diduga Dianiaya Polisi di Padang, Saksi Sempat Lihat Korban Ditendang

Tren
Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Menilik Pegunungan Appalachia, Rumah bagi Cerita Misteri dan Supranatural

Tren
Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Gangguan di Server Pusat Data Nasional Terjadi Cukup Lama, Apa Penyebabnya?

Tren
Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Lowongan Kerja PT KAI untuk SMA: Ini Syarat, Link, dan Cara Daftarnya

Tren
Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Urutan Nonton 7 Episode Joko Anwar's Nightmares and Daydreams

Tren
Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Benarkah Mencuci Piring Bisa Bantu Meredakan Stres? Ini Kata Psikolog

Tren
Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Penjelasan Kemenag soal Video Jemaah Haji Diduga Meninggal dan Telantar di Arab Saudi

Tren
Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Kasus Anjing Gigit Manusia Kembali Terjadi, Bisakah Pemilik Dipidana?

Tren
Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Kronologi Anggota Satpol PP Pekanbaru Peras Nenek Rp 3 Juta, Modus soal Izin Bangunan

Tren
Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Pelajar di Padang Diduga Jadi Korban Penganiayaan Polisi hingga Meninggal, KPAI Desak Polri Berbenah

Tren
5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

5 Fakta Kecelakaan Pajero Vs Truk di Tol Semarang-Batang yang Menewaskan 4 Orang

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com