Ibu dan Balita Terpisah di Hong Kong Akhirnya Bertemu di Surabaya, Ini Kisahnya

Kompas.com - 05/06/2020, 20:53 WIB
Seorang ibu, mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Hong Kong berhasil bertemu kembali dengan anaknya setelah terpisah selama 10 bulan. KJRI Hong KongSeorang ibu, mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Hong Kong berhasil bertemu kembali dengan anaknya setelah terpisah selama 10 bulan.

KOMPAS.com - Aryati (nama samaran), seorang mantan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Hong Kong, akhirnya bisa bertemu kembali dengan putranya yang masih balita di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Rabu (3/5/2020).

Aryati terpisah selama 10 bulan dengan anaknya yang masih bayi pada saat dirinya mengalami permasalahan keimigrasian di Hong Kong.

Plt Juru Bicara Kemenlu Teuku Faizasyah mengonfirmasi keberhasilan KJRI Hong Kong menyatukan kembali ibu dan anak yang sempat terpisah itu.

Saat dihubungi oleh Kompas.com, Jumat (5/6/2020), Faizasyah juga menyampaikan kronologi terpisahnya Aryati dengan putranya berdasarkan keterangan dari KJRI Hong Kong. 

Baca juga: Trump Akan Cabut Hak Istimewa Hong Kong dan Jatuhkan Sanksi

Kronologi terpisahnya Aryati dan anaknya

Pada Agustus 2019, Aryati meninggalkan Hong Kong menuju Macau untuk menunggu keluarnya visa kerja baru akibat proses penggantian majikan.

Sebelum ke Macau, Aryati menitipkan bayinya pada seorang teman di Hong Kong yang kemudian hari dititipkan pada yayasan sosial di Hong Kong.

Berhubung visa kerja baru Aryati tidak kunjung keluar dari imigrasi Hong Kong, maka dia mencoba memasuki kembali Hong Kong untuk menjemput bayinya, tetapi ditolak masuk oleh otoritas imigrasi Hong Kong.

Sejak saat itu, Aryati meninggalkan Macau dan pulang ke Indonesia, dengan kondisi putranya masih berada dalam asuhan yayasan sosial di Hong Kong.

Baca juga: Ini Dampak bagi Hong Kong jika Hak Istimewanya Dicabut AS

Pada Februari 2020, Aryati melaporkan peristiwa ini sekaligus meminta bantuan KJRI Hong Kong agar bisa dipertemukan kembali dengan putranya.

Mendapatkan laporan tersebut, KJRI langsung bergerak mengupayakan pemulangan dan berkoordinasi dengan Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Hong Kong.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sosok Naya Rivera, Dikenang sebagai Pribadi yang Bertalenta

Sosok Naya Rivera, Dikenang sebagai Pribadi yang Bertalenta

Tren
Amnesty: Lebih dari 3000 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Amnesty: Lebih dari 3000 Tenaga Kesehatan Meninggal Akibat Covid-19

Tren
World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

World Orca Day, Mengenal Paus Orca yang Bisa Hidup hingga 80 Tahun

Tren
Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Panduan Fitur Google Classroom untuk Guru, dari Membuat Kelas hingga Tugas Siswa

Tren
Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Viral Unggahan Kamar Isi Sampah Disebut Hoarding Disorder, Ini Kata Dokter Jiwa...

Tren
5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

5 Klaster Terbesar Penularan Covid-19 di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Pesan untuk Kita Semua dari Temuan Kasus Covid-19 di Pesta Wisuda...

Tren
Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Viral Cara Memotong Hewan Kurban Tidak Berontak, Bagaimana Tekniknya?

Tren
Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Update Virus Corona Dunia 14 Juli: 13,2 Juta Orang Terinfeksi | China Laporkan 8 Kasus Baru

Tren
Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Google Meet dan Google Classroom, Ini Cara Penggunaannya

Tren
Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Saat Museum-museum di AS Mulai Mengumpulkan Jejak Pandemi Covid-19

Tren
Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Melihat Kematian akibat Covid-19 di Indonesia, Kelompok Usia Berapa yang Paling Banyak?

Tren
Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Indonesia Masuk 10 Besar Negara Kasus Tertinggi Virus Corona di Asia, Ini Daftarnya

Tren
Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Cek, Hari Ini Pengumuman Penerima Token Subsidi Listrik Pelanggan 900 VA dan 1.300 VA

Tren
[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

[POPULER TREN] Tip Rp 14 Juta untuk Pegawai Restoran | Djoko Tjandra Masuk-Keluar Indonesia

Tren
komentar
Close Ads X