Saat Orang Sekitar Tidak Taat Protokol Kesehatan, Apa yang Harus Dilakukan?

Kompas.com - 29/05/2020, 17:04 WIB
bWarga saat berbelanja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Pedagang kembali meramaikan pasar Tanah Abang, saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGbWarga saat berbelanja di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2020). Pedagang kembali meramaikan pasar Tanah Abang, saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memperpanjang penutupan sementara Pasar Tanah Abang hingga 22 Mei 2020 untuk mengurangi kerumunan orang di ruang publik guna mencegah penyebaran COVID-19.

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu para tenaga kesehatan (nakes) sempat melancarkan bentuk protes di media sosial yang diikuti dengan tagar #IndonesiaTerserah.

Dalam unggahan-unggahan dengan tagar itu ditemukan banyak nakes berfoto dengan membawa tulisan Indonesia Terserah.

Hal itu tak lama setelah bandara ramai dengan antrean orang yang hendak mudik serta tak memperhatikan jarak sosial.

Baca juga: Jepang Sudah Mulai New Normal, seperti Apa Praktiknya?

Setelah itu masih banyak orang yang tidak menjaga protokol kesehatan, seperti keluar rumah tanpa masker, mudik ke kampung halaman, belanja baju di mal dalam kondisi berkerumun, dan sebagainya.

Banyaknya orang mengabaikan protokol kesehatan, menjadi kekhawatiran masyarakat Indonesia pada umumnya.

Lalu jika Anda sudah taat tapi orang-orang sekitar belum, apa yang sebaiknya dilakukan?

Dosen dan Psikolog di Fakultas Psikologi UGM Sutarimah Ampuni menyarankan Anda untuk bersikap asertif.

"Sebaiknya setiap orang punya asertivitas," katanya pada Kompas.com, Jumat (28/5/2020).

Dia menjelaskan, orang yang asertif yaitu berani mempertahankan atau menyuarakan haknya.

Namun dengan cara yang baik dan meminimalkan konflik dengan lingkungan.

Misalnya, seorang kasir atau pramuniaga berani secara asertif menegur pelanggan yang tidak memakai masker.

Kalimatnya seperti ini contohnya: “Mohon maaf aturan di toko kami setiap pelanggan yang masuk harus memakai masker”.

Baca juga: Berikut 5 Gejala Virus Corona Ringan yang Tak Boleh Diabaikan

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X