Angka Kematian Akibat Corona di Jerman Rendah, Ini Beberapa Alasannya

Kompas.com - 06/04/2020, 19:45 WIB
Seorang pria mengendarai skuter elektrik miliknya di sebuah jalan kosong dekat Kaiser Wilhelm Memorial Church di Berlin, saat penyebaran virus corona (COVID-19) masih terus berlanjut di Jerman, Rabu (25/3/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/REINHARD KRASeorang pria mengendarai skuter elektrik miliknya di sebuah jalan kosong dekat Kaiser Wilhelm Memorial Church di Berlin, saat penyebaran virus corona (COVID-19) masih terus berlanjut di Jerman, Rabu (25/3/2020).

KOMPAS.com - Jerman menjadi salah satu negara di Eropa dengan angka infeksi virus corona Covid-19 yang terbilang tinggi.

Berdasarkan data dari CSSE John Hopkins University, jumlah infeksi virus corona di Jerman hingga Senin (6/4/2020) pukul 13.17 mencapai 100.123 kasus.

Jumlah ini adalah yang tertinggi ke-3 di Eropa dan tertinggi ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat, Spanyol, dan Italia.

Namun meskipun angka infeksi virus corona tinggi, tetapi apabila dibandingkan dengan korban meninggal karena Covid-19 di Jerman prosentasenya bisa terhitung rendah. 

Ada 1.584 kematian akibat virus corona di Jerman. Jumlah itu setara dengan 1,5 persen dari total kasus infeksi yang tercatat.

Prosentase ini tentu terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara lain yang memiliki kasus infeksi tinggi.

Misalnya Italia dengan 128.948 kasus, di negara itu rasio kematian tercatat sebesar 12,3 persen dengan kematian 15.887 pasien.

Atau Spanyol yang memiliki rasio tingkat kematian sebesar 9,6 persen dengan 135.032 kasus positif dan 13.055 kematian.

Baca juga: PM Inggris Boris Johnson Dirawat di RS Setelah 10 Hari Isolasi Mandiri karena Virus Corona

Lalu apa sebenarnya yang dilakukan pemerintah dan warga Jerman sehingga angka kematian akibat Covid-19 di negara itu bisa ditekan?

Dikutip dari The New York Times (5/4/2020) terdapat sejumlah hal yang terjadi di Jerman yang bisa saja menjadi faktor rendahnya angka kematian yang terjadi.

Taksi Corona

Petugas medis di Jerman lengkap dengan perlengkapan pelindung mengendarai mobil melewati jalanan kosong kota Heidelberg untuk memeriksa pasien yang terindikasi Covid-19 ke rumahnya.

Petugas ini akan mendatangi mereka yang memang sudah dilaporkan sakit selama 506 hari dengan ciri-ciri gejala yang mengarah pada infeksi virus corona.

Di rumah warga, mereka juga melakukan tes darah untuk mengetahui kondisi pasien, apakah masih stabil atau akan segera mengalami penurunan.

Namun apapun itu, petugas medis lebih sering memberikan saran untuk dilakukan rawat inap, meskipun gejala yang ditunjukkan pasien begitu ringan.

Mereka meyakini, perawatan di rumah sakit lebih efektif untuk menyelamatkan orang-orang dari kondisi yang mungkin saja memburuk.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X