Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kuburan "Zombi" Berusia 4.200 Tahun Ditemukan Secara Tak Sengaja di Jerman

Kompas.com - 23/04/2024, 13:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kuburan "zombi" berusia sekitar 4.200 tahun ditemukan di situs pemakaman Jerman.

Penemuan ini terjadi ketika para arkeolog dari Kantor Negara untuk Pelestarian Monumen dan Arkeologi Saxony-Anhalt melakukan penggalian di dekat wilayah Oppin, sekitar 1,6 km dari Berlin, Jerman.

Semula, penggalian dilakukan untuk memeriksa jaringan proyek listrik bernama Sudostlink, sebelum adanya perluasan jalur.

Namun, para arkeolog justru menemukan keberadaan situs pemakaman kuno yang mengungkap praktik takhayul di kalangan masyarakat Eropa pada Zaman Perunggu.

Pemakaman yang ditemukan memiliki berbentuk persegi panjang seperti kuburan, untuk mencegah orang yang sudah meninggal bangkit kembali.

Baca juga: Penemuan Ratusan Kuburan Ungkap Sejarah Muslim di Spanyol


Kuburan "zombi"

Juru bicara dari tim proyek penggalian tersebut, Anja Lochner-Rechta mengatakan, mereka menemukan situs pemakaman selama proses penggalian arkeologi.

Kuburan tersebut berbentuk lubang persegi panjang berisi sisa-sisa kerangka seorang laki-laki yang meninggal saat berusia antara 40 hingga 60 tahun.

Mayat itu berusia sekitar 4.200 tahun dan berasal dari budaya Bell Beaker. Orang-orang di masa ini bekerja menjadi pengerajin logam seperti perunggu.

"Bagian bawah kerangka laki-laki itu ditutupi oleh batu besar, yang berarti situs tersebut adalah 'kuburan revenant',” kata Lochner-Rechta, diberitakan Miami Herald.

Baca juga: Arkeolog Temukan Situs Pertapaan Kuno Berusia 1.300 Tahun di Inggris

Revenant merupakan istilah yang merujuk pada anggapan bahwa orang yang sudah meninggal dunia akan kembali dari kematian sebagai zombi atau mayat hidup.

Orang-orang yang membuat kuburan tersebut berasal dari budaya Bell Beaker pada Zaman Perunggu sekitar tahun 3300 SM di Eropa. Mereka dikenal memiliki kebiasaan menguburkan tembikar dalam kuburan.

Warga Bell Beaker pertama kali datang ke Eropa dan menyebar ke berbagai wiayah sekitar 4.400 tahun lalu.

Akhirnya, mereka menempati wilayah yang luas, dari di Eropa barat dan sebagian Afrika. Mereka juga diketahui tinggal di Norwegia dan Maroko.

Baca juga: Arkeolog Temukan Rumah Sakit dan Kuburan di Bawah Laut di Florida

Percaya takhayul zombi

Manajer proyek Susanne Friederich mengatakan, orang Bell Beaker saat itu meyakini takhayul adanya zombi yang kembali hidup.

“Kami tahu, bahkan di Zaman Batu, orang-orang takut terhadap revenant. Saat itu, orang percaya bahwa orang mati terkadang mencoba membebaskan diri dari kuburnya," jelasnya, dikutip dari Heritage Daily.

Halaman:

Terkini Lainnya

Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Terlama di Era Jokowi

Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Terlama di Era Jokowi

Tren
6 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh Saat Minum Air Rebusan Jahe dan Kunyit Setiap Hari

6 Hal yang Akan Terjadi pada Tubuh Saat Minum Air Rebusan Jahe dan Kunyit Setiap Hari

Tren
KAI Gelar Diskon Tiket 20 Persen hingga 20 Mei 2024, Ini Daftar Keretanya

KAI Gelar Diskon Tiket 20 Persen hingga 20 Mei 2024, Ini Daftar Keretanya

Tren
Pedoman Lengkap Acara Hari Kebangkitan Nasional 2024 dan Bacaan Doanya

Pedoman Lengkap Acara Hari Kebangkitan Nasional 2024 dan Bacaan Doanya

Tren
Studi Baru: Gangguan Otak Jadi Lebih Buruk di Perubahan Iklim Ekstrem

Studi Baru: Gangguan Otak Jadi Lebih Buruk di Perubahan Iklim Ekstrem

Tren
Blunder Kemendikbud Ristek Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Dinilai Melukai Rakyat

Blunder Kemendikbud Ristek Sebut Kuliah Bersifat Tersier, Dinilai Melukai Rakyat

Tren
Kisah Godzilla, Monyet Thailand yang Mati akibat Makan 'Junk Food'

Kisah Godzilla, Monyet Thailand yang Mati akibat Makan "Junk Food"

Tren
Link Download Logo dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2024

Link Download Logo dan Tema Hari Kebangkitan Nasional 2024

Tren
UPDATE Banjir Sumbar: 61 Orang Meninggal, Potensi Bencana Susulan Masih Ada

UPDATE Banjir Sumbar: 61 Orang Meninggal, Potensi Bencana Susulan Masih Ada

Tren
7 Sarapan Sehat untuk Usia 50 Tahun, Diyakini Bikin Panjang Umur

7 Sarapan Sehat untuk Usia 50 Tahun, Diyakini Bikin Panjang Umur

Tren
5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

5 Update Kasus Pembunuhan Vina, Bareskrim Turun Tangan dan Dugaan Kejanggalan BAP

Tren
Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Pelaku Penyelundupan Orang Bermodus Iklan Lowker via TikTok Ditangkap di Surabaya, Ini Kronologinya

Tren
Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Selama Sebulan?

Apa yang Akan Terjadi Saat Berjalan Kaki 10.000 Langkah Per Hari Selama Sebulan?

Tren
3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

3 Manfaat Mengonsumsi Madu dan Teh Hijau, Baik bagi Penderita Diabetes

Tren
BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

BMKG: Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Angin Kencang, dan Petir pada 18-19 Mei 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com