Musim Hujan, Ini Tips Kelistrikan yang Harus Dipahami Masyarakat

Kompas.com - 23/02/2020, 20:05 WIB
Gardu listrik di Denpasar KOMPAS.com/SRI LESTARIGardu listrik di Denpasar
Penulis Mela Arnani
|


KOMPAS.com - Sejumlah hal perlu diwaspadai saat musim penghujan, termasuk masalah kelistrikan.

Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan saat banjir meskipun PT Perusahaan Listrik Negara ( PLN) akan memadamkan listrik, jika rumah warga atau gardu distribusi dan gardu induk terendam banjir.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya, Ikhsan Asaad mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan masyarakat ketika banjir yaitu menghindari bahaya tersengat aliran listrik, dengan mematikan listrik dari Meter Circuit Breaker (MCB) di kWh meter.

"Selanjutnya cabut seluruh peralatan listrik yang masih menancap dan naikkan alat elektronik ke tempat yang lebih aman," kata Ikhsan kepada Kompas.com, Minggu (23/2/2020) sore.

Lebih lanjut, jika banjir terjadi sementara listrik belum dipadamkan PLN, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya melalui nomor telepon 123 atau menghubungi kantor PLN terdekat.

Baca juga: PLN, Zukifli Zaini dan Tunggakan Kompensasi Listrik...

Setelah banjir surut, Ikhsan menambahkan, pastikan seluruh alat elektronik dan instalasi listrik dalam keadaan kering.

"Penormalan listrik oleh PLN akan dilakukan apabila instalasi PLN maupun warga sudah dalam kondisi kering dan siap dialiri listrik," ujarnya.

Penyalaan listrik ini akan dilakukan dengan didahului pendatanganan berita acara yang disaksikan Ketua RT, Ketua RW, atau tokoh masyarakat setempat.

"Kami juga mengimbau apabila datang hujan, jangan berteduh di dekat instalasi kelistrikan seperti tiang listrik, gardu listrik, maupun tiang lampu penerangan jalan untuk menghindari bahaya tersengat arus listrik," tutur dia.

Arus listrik bocor

Menurut Ikhsan, masyarakat perlu menggunakan alat pengaman diri seperti sepatu boots yang kedap air apabila melewati genangan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan termasuk arus listrik bocor.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menilik Bagaimana Penutup Wajah atau Masker Dapat Mengurangi Penyebaran Covid-19

Menilik Bagaimana Penutup Wajah atau Masker Dapat Mengurangi Penyebaran Covid-19

Tren
Imbas Wabah Virus Corona, Ini Daftar 21 KA Lokal di Wilayah Jakarta yang Dibatalkan

Imbas Wabah Virus Corona, Ini Daftar 21 KA Lokal di Wilayah Jakarta yang Dibatalkan

Tren
Virus Corona, Zoonosis, dan Cara Mengurangi Risiko Penularan...

Virus Corona, Zoonosis, dan Cara Mengurangi Risiko Penularan...

Tren
4 WNI di Spanyol Positif Terinfeksi Virus Corona, 2 Orang Sudah Sembuh

4 WNI di Spanyol Positif Terinfeksi Virus Corona, 2 Orang Sudah Sembuh

Tren
Skenario Penggunaan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

Skenario Penggunaan Listrik Gratis untuk Pengguna Token dan Reguler

Tren
Hari Ini 15 Tahun Lalu, Paus Yohanes Paulus II Berpulang...

Hari Ini 15 Tahun Lalu, Paus Yohanes Paulus II Berpulang...

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Wabah Antraks 'Serang' Rusia, 62 Orang Meninggal

Hari Ini dalam Sejarah: Wabah Antraks "Serang" Rusia, 62 Orang Meninggal

Tren
Australia Akan Uji Coba Vaksin BCG untuk Lindungi Pekerja Medis dari Infeksi Virus Corona

Australia Akan Uji Coba Vaksin BCG untuk Lindungi Pekerja Medis dari Infeksi Virus Corona

Tren
Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari, Rata-rata Gejala Muncul pada Hari Ke-5

Masa Inkubasi Virus Corona 14 Hari, Rata-rata Gejala Muncul pada Hari Ke-5

Tren
Meninggal Dunia karena Corona, Dokter Legendaris NHS Alfa Saadu Sempat Menolak Dirawat di RS

Meninggal Dunia karena Corona, Dokter Legendaris NHS Alfa Saadu Sempat Menolak Dirawat di RS

Tren
Link Cek Jadwal KA yang Dibatalkan untuk Jarak Jauh, Menengah, KA Lokal, dan KA Bandara

Link Cek Jadwal KA yang Dibatalkan untuk Jarak Jauh, Menengah, KA Lokal, dan KA Bandara

Tren
Virus Corona yang Menyadarkan

Virus Corona yang Menyadarkan

Tren
Cara Republik Ceko Kendalikan Virus Corona: Wajib Pakai Masker dan Inisiatif Warga Buat Masker Kain...

Cara Republik Ceko Kendalikan Virus Corona: Wajib Pakai Masker dan Inisiatif Warga Buat Masker Kain...

Tren
Bisa Dipraktikkan, Masker Kain Homemade Rekomendasi ITB

Bisa Dipraktikkan, Masker Kain Homemade Rekomendasi ITB

Tren
Update Virus Corona Dunia 2 April: 934.245 Kasus, 193.891 Orang Sembuh, 46.923 Meninggal Dunia

Update Virus Corona Dunia 2 April: 934.245 Kasus, 193.891 Orang Sembuh, 46.923 Meninggal Dunia

Tren
komentar
Close Ads X