Satu Bulan Isolasi di Wuhan, dari Penyesalan, Kehilangan hingga Berdamai dengan Keadaan

Kompas.com - 23/02/2020, 18:30 WIB
Sebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020). AFP/HECTOR RETAMALSebuah mobil melaju sendiri di jalanan kota Wuhan, China, yang sepi akibat wabah virus corona yang mematikan, Minggu (26/1/2020).

KOMPAS.com - Satu bulan telah berlalu sejak otoritas mengisolasi jutaan orang di Wuhan dan kota-kota lainnya di Provinsi Hubei untuk mengontrol epidemi virus corona yang masih terus mewabah.

Melalui isolasi akibat wabah yang tiba-tiba datang ini, orang-orang di pusat penyebaran virus corona COVID-19 pun menghadapi pengalaman yang mengubah hidup mereka.

Perintah isolasi yang diumumkan satu bulan yang lalu adalah respons dari krisis akibat virus corona yang sehari sebelumnya dinyatakan di bawah kendali.

Melansir SCMP, dalam minggu-minggu setelahnya, orang-orang di kota itu berhadapan dengan pengalaman yang mengubah hidup mereka, baik untuk sekadar memperoleh kebutuhan dasar di supermarket ataupun untuk memperoleh perawatan medis.

Isolasi masih terus dilakukan dan belum ada tanda-tanda kapan warga Wuhan dapat bebas meninggalkan rumah mereka.

Namun, bahkan ketika semuanya telah berakhir, kota tersebut tidak akan pernah kembali ke kondisi 'normal'.

Baca juga: Setelah Wuhan, Pemerintah Segera Evakuasi WNI di Kapal Diamond Princess di Yokohama

Tanpa kepastian

Salah satu penduduk Wuhan, Guan Wenhua, berpikir bahwa apa yang ia dengar tentang isolasi saa itu hanyalah sebuah candaan besar. Pebisnis berusia 46 tahun ini membaca berita tersebut lewat gawainya pada 23 Januari lalu.

"Bagaimana mungkin otoritas dengan mudahnya menutup pusat transportasi nasional yang begitu penting, yang merupakan rumah bagi 11 juta penduduk? Apakah kami telah ditelantarkan dan ditinggalkan di sini untuk mati?," kata Guan.

Pengumuman tersebut keluar pada pukul 2 pagi waktu setempat. Segera setelah toko-toko buka keesokan paginya, orang-orang pun berdesakan untuk memperoleh barang-barang persediaannya.

Sebelumnya, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Wuhan mengeluarkan pernyataan pada hari pertama, meminta masyarakat untuk tidak panik. Pihak berwenang berupaya untuk memberikan pembaruan kepada masyarakat tentang situasi yang tengah terjadi.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X