Merebaknya Virus Corona, Seberapa Aman untuk Bepergian ke China?

Kompas.com - 28/01/2020, 18:21 WIB
epa08170418 Passengers wear face masks as they arrive at Roissy airport, outside Paris, France, 27 January 2020. Three cases of the Wuhan coronavirus have been identified in France, the Health Ministry announced on 24 January. Wuhan is the city at the center of the coronavirus outbreak which has caused 80 deaths and infected more than 2700 people in China where authorities also confirmed that human-to-human transmission of the virus had taken place.  EPA-EFE/YOAN VALAT YOAN VALATepa08170418 Passengers wear face masks as they arrive at Roissy airport, outside Paris, France, 27 January 2020. Three cases of the Wuhan coronavirus have been identified in France, the Health Ministry announced on 24 January. Wuhan is the city at the center of the coronavirus outbreak which has caused 80 deaths and infected more than 2700 people in China where authorities also confirmed that human-to-human transmission of the virus had taken place. EPA-EFE/YOAN VALAT

KOMPAS.com - Kasus virus corona baru atau 2019-nCoV pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Hubei, China.

Update terakhir hingga Selasa (28/1/2020) korban jiwa dari virus corona mencapai 107 orang meninggal dunia. Sementara 4600 kasus infeksi virus corona telah dikonfirmasi. 

Virus corona dapat menular antarmanusia, sehingga perlu diwaspadai, termasuk para wisatawan yang sedang melakukan perjalanan ke China.

Dr. Yoko Furuya dari Columbia University Irving Medical Center dikutip dari CNN , (28/1/2020) mengatakan, risiko bepergian ke negara yang diduga terdapat virus corona selalu ada. 

Namun menurutnya, secara umum tidak akan ada risiko yang meningkat atau berbahaya di luar area Provinsi Hubei dan sekitarnya.

Kendati begitu, Dr. William Schaffner profesor kedokteran divisi penyakit menular Universitas Vanderbilt, Tennessee mengingatkan, wisatawan yang menuju Tiongkok tetap harus lebih waspada.

Orang-orang yang telah melakukan perjalanan ke Wuhan dalam beberapa minggu terakhir, dan merasakan sakit demam, batuk, mengalami kesulitan bernafas, harus lekas mencari perawatan medis.

Baca juga: Virus Corona, Pemerintah RI Resmi Keluarkan Travel Warning ke Provinsi Hubei China

Masker dan cuci tangan

Schaffner mengatakan mengenakan masker memang menjadi kebiasaan masyarakat di wilayah Asia. Namun menurutnya secara ilmiah menjaga kebersihan tangan lebih efektif untuk melindungi diri dari virus dan patogen lain di lingkungan.

CDC merekomendasikan untuk sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik.

Pembersih tangan berbasis alkohol dapat digunakan ketika sabun dan air tidak tersedia.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Bantuan Upah Rp 1,2 Juta Termin Kedua Cair Awal November

Siap-siap, Bantuan Upah Rp 1,2 Juta Termin Kedua Cair Awal November

Tren
Istri PNS, TNI/Polri Diperbolehkan Daftar Banpres Produktif, Berikut Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Istri PNS, TNI/Polri Diperbolehkan Daftar Banpres Produktif, Berikut Syarat dan Dokumen yang Diperlukan

Tren
UMP 2021 Tidak Naik, Ini Daftar Lengkap UMP 2020 di 34 Provinsi

UMP 2021 Tidak Naik, Ini Daftar Lengkap UMP 2020 di 34 Provinsi

Tren
460 Penumpang Maskapai Ini Di-blacklist karena Ogah Pakai Masker

460 Penumpang Maskapai Ini Di-blacklist karena Ogah Pakai Masker

Tren
Media Asing Ikut Soroti Proyek Jurassic Park di Taman Nasional Komodo

Media Asing Ikut Soroti Proyek Jurassic Park di Taman Nasional Komodo

Tren
Analisis BMKG tentang Gempa Magnitudo 5,3 di Mamuju, Sulawesi Barat

Analisis BMKG tentang Gempa Magnitudo 5,3 di Mamuju, Sulawesi Barat

Tren
Apa Kabar Pesawat Buatan Indonesia N219 Nurtanio? Ini Update-nya

Apa Kabar Pesawat Buatan Indonesia N219 Nurtanio? Ini Update-nya

Tren
Upah Minimum 2021 Tak Naik, Ini Tips agar Keuangan 'Aman' di Tengah Pandemi Corona

Upah Minimum 2021 Tak Naik, Ini Tips agar Keuangan "Aman" di Tengah Pandemi Corona

Tren
Menpan-RB: Jangan Kunjungi Zona Merah, Ini Update Zona Covid-19

Menpan-RB: Jangan Kunjungi Zona Merah, Ini Update Zona Covid-19

Tren
Update Corona di Dunia: 44,2 Juta Infeksi | Demo Rusuh Tolak Pembatasan Covid-19 di Italia

Update Corona di Dunia: 44,2 Juta Infeksi | Demo Rusuh Tolak Pembatasan Covid-19 di Italia

Tren
Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik, Bagaimana Nasib Pekerja?

Upah Minimum Tahun Depan Tidak Naik, Bagaimana Nasib Pekerja?

Tren
Instalasi Harmoni(S): Menimbang Lokasi Kuno, Materi Resam dan Bentuk Visual

Instalasi Harmoni(S): Menimbang Lokasi Kuno, Materi Resam dan Bentuk Visual

Tren
92 Tahun Sejarah dan Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

92 Tahun Sejarah dan Isi Teks Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Tren
[POPULER TREN] Hoaks Pernyataan Aliansi Dokter Sedunia Soal Covid-19 | Bisakah Dapat BLT UMKM Dua Kali?

[POPULER TREN] Hoaks Pernyataan Aliansi Dokter Sedunia Soal Covid-19 | Bisakah Dapat BLT UMKM Dua Kali?

Tren
Benarkah Lapan Sedang Mencari Alien? Ini Penjelasan Lengkapnya...

Benarkah Lapan Sedang Mencari Alien? Ini Penjelasan Lengkapnya...

Tren
komentar
Close Ads X