Dokter Ini Analisis Kerusakan Mata yang Dialami Novel Baswedan, Seperti Apa?

Kompas.com - 09/11/2019, 09:30 WIB
Penyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPenyidik KPK Novel Baswedan tiba di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya.

KOMPAS.com - Kasus penyiraman air keras yang dialami oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum menemukan titik terang.

Adapun setelah kejadian penyiraman air keras yang terjadi pada April 2017 silam ini, Novel mengalami gangguan penglihatan pada mata kirinya.

Bahkan, menyebabkan mata kiri Novel menjadi buta.

Menilik dari kasus tersebut, salah satu dokter lulusan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Belva Prima Geniosa, MMR, menjelaskan bahwa gangguan mata yang diderita Novel dinamakan Corneal Opacity.

Ia pun menuliskan penjelasan mengenai Corneal Opacity dalam akun Twitter-nya, @BelvaGeniosa pada 28 Oktober 2019.

"Saya dokter umum, tapi saya berminat sekali pada bidang mata. Mungkin akan mendaftar spesialis mata. Maka saya ingin menjelaskan terkait kornea ini kepada orang awam, dengan bahasa yang mudah, supaya tidak banyak informasi keliru yang bertebaran," ujar Belva saat dihubungi Kompas.com, Jumat (8/11/2019).

Menurutnya, Corneal Opacity merupakan warna keputihan yang terdapat pada kornea yang menyebabkan gangguan pada media refrakta (penglihatan).

"Mata itu memiliki media refrakta, dan non refrakta. Jika ada msalah di media refrakta, maka visus (tajam penglihatan) akan menurun," ujar dokter yang bekerja di Puskesmas Patuk 1," Kabupaten Gunungkidul ini.

Selain itu, warna putih tersebut terbagi menjadi tiga macam, yakni nebula yang sulit dilihat, makula yang sudah mulai nampak dan batasnya tegas, dan leukoma yang dari jauh sudah terlihat warna putihnya.

Dari macamnya, Belva mengategorikan warna putih yang ada pada kornea Novel termasuk jenis leukoma.

Baca juga: Beragam Reaksi atas Tuduhan Rekayasa Kasus Novel Baswedan

Mengenai cairan asam yang disiramkan ke bagian wajah Novel, Belva menjelaskan, cairan yang bersifat asam maupun basa berpotensi merusak kornea.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X