Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Viral Video 'Akang Gendang' di Simpang Pahlawan Kota Bandung, Ini Ceritanya

KOMPAS.com – Sebuah video mengenai peringatan untuk warga yang berhenti di lampu merah Kota Bandung namun tidak mengenakan helm, viral di media sosial. 

Petugas melalui pengeras suara memperingatkan “akang gendang” saat meminta pelanggar turun dari motor, dan hal itu ramai dibicarakan warganet. 

Video berurasi 1 menit 34 detik tersebut, bertuliskan Dinas Perhubungan Kota Bandung.

Salah satu netizen yang membagikan video tersebut adalah akun @Bandungfess.

“Euy akang kendangg” tulis akun tersebut sembari melampirkan sebuah video.

Beberapa saat setelah pelanggar pertama turun, pelanggar lain yakni seorang perempuan yang tak mengenakan helm juga diperingatkan untuk minggir.

Adapun petugas terdengar memperingatkan pelanggar disertai dengan narasi kocak.

“Selamat sore selamat datang di Simpang Pahlawan Suci Kami dari Dinas Perhubungan Kota Bandung mengimbau untuk kendaraan roda dua yang membawa penumpang tidak menggunakan helm silahkan untuk digunakan helmnya, jika anda membawa helm silahkan untuk digunakan. Namun jika tidak, silahkan ikuti arahan dari kami.

Akang berkupluk kuning kalau saya bilang turun, turun ya.

‘Akang gendang, turun, turun,” ujar  cuplikan suara dalam video tersebut.

Hingga saat ini unggahan itu sudah di-like 3.900 akun, di-retwit sebanyak 2.700 kali dan dikomentari 256 pengguna twitter. 

Video tersebut juga diunggah di akun instagram Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. 

“Iya betul. Itu dibuat oleh operator ATCS kami,” ujar dia saat dihubungi Kompas.com Senin (27/7/2020).

Melansir dari situs Perhubungan Darat, Area Traffic Control System (ATCS) adalah suatu sistem pengendalian lalu lintas berbasis teknologi informasi pada suatu kawasan.

Sistem tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kinerja jaringan jalan melalui optimasi dan koordinasi pengaturan lampu lalu lintas di setiap persimpangan.

Andri menjelaskan video tersebut merupakan video pantauan CCTV lalu lintas di Simpang Pahlawan, Bandung yang kemudian disuarakan ulang untuk keperluan edukasi.

“Itu sebenernya video himbauan dari operator kami tapi kalimat dan soundnya itu di-dubbing ulang untuk kami post di akun IG resmi ATCS sebagai bahan kampanye keselamatan berlalu lintas,” terang dia.

Sesuai SOP

Adapun untuk peringatan kepada pengguna jalan yang melakukan pelanggaran saat di lampu merah pihaknya menyebut cara penyampaian tetap dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau peringatannya sesuai dengan SOP, kalau yang didubbing, sebagai bahan edukasi kepada masyarakat melalui medsos,” tuturnya.

Lebih lanjut Andry menceritakan petugas ATCS Kota Bandung setiap hari bekerja selama dua shift.

Yakni pukul 06.00-13.00 WIB serta pukul 13.00-20.00 WIB.

“Kami melaksanakan himbauan di rawan pagi pukul 06.00-09.00 WIB, rawan siang 11.00-14.00 WIB dan rawan sore 16.00-19.00 WIB” ucap dia.

Ia menyebut misi ATCS adalah sedikit empati dapat menyelamatkan banyak orang lain.

Sedih saat diabaikan

Andry menceritakan, menjadi petugas ATCS cukup menyenangkan, meski demikian ia mengaku sedih saat ada pelanggar yang mengabaikan imbauan padahal imbauan berfungsi untuk keselamatan lalu lintas bersama.

“Masih banyak (pelanggar ngeyel) tapi kami berkolaborasi dengan jajaran kepolisian dimana yang tidak mengindahkan akan dihampiri teman-teman kepolisian untuk ditindak sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” ucap dia.

Dia menyebut, saat ini ada beberapa titik lampu merah yang diawasi di kawasan Kota Bandung.

“Yang tersambung dengan pengeras suara kami ada 74 titik, kalau CCTV keseluruhan ada 255 buah,” ucapnya.

Lebih lanjut pihaknya berpesan kepada masyarakat agar selalu tertib dan disiplin berlalulintas.

“Ikuti arahan petugas serta patuhi protokol kesehatan yang berlaku saat ini,” pungkasnya.

https://www.kompas.com/tren/read/2020/07/28/183000065/viral-video-akang-gendang-di-simpang-pahlawan-kota-bandung-ini-ceritanya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke