Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Separator Jalur Lambat dan Cepat Ring Road Yogyakarta Tak Jadi Dibongkar, Ini Penggantinya

Kompas.com - 18/05/2024, 16:00 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Separator antara jalur lambat dan cepat di ring road Yogyakarta tak jadi dibongkar, hal itu disampaikan oleh Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Alfian Nurrizal.

Alfian yang menginisiasi ide tersebut pun menjelaskan, alasan pihaknya mempertimbangkan separator ring road Yogyakarta dibongkar karena tingginya angka kecelakaan.

“Selain bisa memperluas medan jalan, tujuan utama kami juga ialah untuk kemanusiaan, bagaimana laka lantas yang ada di Jogja bisa terus berkurang bahkan jika bisa harus tiada,” ujar Alfian saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (18/5/2024).

Pihaknya menilai, nyawa yang terlibat dalam insiden kecelakaan lalu lintas sudah terlalu banyak.

Menurut data Electronic Registration and Identification (ERI), jumlah kendaraan yang berada di Yogyakarta saat ini sebanyak 3.442.652 kendaraan bermotor.

Selain itu, banyaknya bangunan seperti rumah sakit, hotel, mal, perguruan tinggi memberikan efek pertumbuhan ekonomi strategis.

Hal tersebut menyebabkan volume kendaraan yang masuk ke Yogyakarta akan terus mengalami peningkatan dan potensi laka lantas juga akan ikut meningkat.

“Dari data tersebut, kami menimbang keberadaan separator sudah tidak lagi relevan untuk digunakan pada situasi saat ini,” tuturnya.

Baca juga: Mengenal Route 66 dan Alasan Mengapa Jalan Raya Ini Sangat Populer

Alasan pembongkaran separator ring road Yogyakarta dibatalkan

Berdasarkan pertimbangan dan riset yang dilakukan, ia pun membawa wacana itu ke forum lalu lintas DIY.

Ia juga menyampaikan wacana tersebut ke masyarakat selaku pengguna jalan untuk melihat responsnya .

Namun, Alfian mengungkapkan, tidak sedikit dari masyarakat Yogyakarta yang menolak adanya wacana tersebut.

“Tidak bisa disalahkan karena masyarakat sudah terbiasa dengan adanya separator,” ucap dia.

Ia menerangkan, separator di ring road tersebut sudah ada sejak 1994 dan saat ini usianya sudah 30 tahun.

Jadi wajar jika masyarakat akan keberatan dengan wacana pembongkaran separator itu.

Baca juga: Penjelasan Dishub DIY soal Warganet yang Mengeluhkan Naik Trans Jogja Tidak Bisa Bayar secara Tunai

Solusi pengganti

Dengan adanya respons itu, pihaknya pun memilih untuk mengganti wacana terbaru atau Alfian sebut sebagai “Plan B”.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com