Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Puskesmas di Indonesia

Kompas.com - 05/08/2022, 17:00 WIB

KOMPAS.com - Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan layanan kesehatan bagi rakyat Indonesia yang menjangkau wilayah pelosok.

Puskesmas terinspirasi dari konsep Bandung Plan yang dipraktikkan oleh Rumah Sakit Zending Imanuel, Bandung, pada 1930-an.

Konsep tersebut kemudian dipakai oleh Johannes Leimena, Menteri Kesehatan era Orde Lama.

Baca juga: Biografi J Leimena, Menteri Kesehatan Penggagas Puskesmas

Adapun tujuan pembangunan Puskesmas adalah untuk memberikan layanan kesehatan yang menjangkau rakyat di daerah terpencil.

Latar belakang

Pelopor munculnya Puskesmas adalah dua tokoh pergerakan Indonesia, yakni Johannes Leimena dan Abdoel Patah.

Johannes Leimena pernah bekerja di RS Zending Imannuel, Bandung, pada 1930-an.

Saat itu, Leimena menerapkan yang namanya Bandung Plan.

Bandung Plan adalah sebuah sistem yang membuat sebuah klinik atau pusat kesehatan yang menjangkau kecamatan hingga pedesaan di Bandung.

Konsep ini kemudian menjadi inspirasi bagi pemerintah Indonesia setelah merdeka demi memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Berdirinya Puskesmas

Setelah kemerdekaan Indonesia, Leimena dan Abdoel Patah memikirkan bagaimana pengobatan bisa dinikmati masyarakat hingga pelosok desa.

Mereka berdua kemudian mencoba konsep Bandung Plan untuk diterapkan dalam sistem birokrasi kesehatan Indonesia.

Konsep Bandung Plan ini dipresentasikan oleh Leimena pada 1952.

Konsep ini meliputi pembangunan rumah sakit pusat di kota hingga pos kesehatan di desa terpencil.

Namun, gagasan tersebut belum berhasil dilaksanakan pada era Presiden Soekarno. Hal itu didasarkan pada terbatasnya dana.

Setelah presiden Indonesia berganti dari Soekarno ke Soeharto, gagasan Bandung Plan diangkat lagi oleh Gerrit Augustinus Siwabessy pada 1968.

Gerrit Augustinus Siwabessy merupakan Menteri Kesehatan di awal Orde Baru.

Pada era Orde Baru, pembangunan Puskesmas kemudian disetujui dan dimasukkan ke dalam program Pembangunan Lima Tahun (Pelita).

Baca juga: Sejarah dan Hakikat Otonomi Daerah di Indonesia

Pada Pelita II antara 1974 hingga 1979, pemerintah Orde Baru berhasil membangun sekitar 2.000 Puskesmas.

Hingga 1993, jumlah Puskesmas yang dibangun oleh pemerintah Orde Baru mencapai 6.749 unit di seluruh Indonesia.

 

Referensi:

  • Kamalia, La Ode. (2022). Manajemen Pelayanan Rumah Sakit dan Puskesmas. Bandung: Media Sains Indonesia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+