Kembali dari Long March, Divisi Siliwangi Disambut Gerakan DI/TII

Kompas.com - 29/11/2021, 08:00 WIB
Pasukan Divisi Siliwangi ketika peristiwa Long March pada 1950 dalam cuplikan film Darah dan Doa. Wikimedia CommonsPasukan Divisi Siliwangi ketika peristiwa Long March pada 1950 dalam cuplikan film Darah dan Doa.

KOMPAS.com - Divisi Siliwangi merupakan Komando Daerah Militer Angkatan Darat untuk kawasan Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Sejak dibentuk pada 1946, pasukan ini pernah terlibat konflik dengan beberapa pihak, salah satunya Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). 

Adu senjata antara Divisi Siliwangi dan DI/TII pertama kali terjadi pada 25 Januari 1949, ketika pasukan Siliwangi melakukan "Long March" atau kembali dari Jawa Tengah dan Yogyakarta ke Jawa Barat.

Serangan ini membuka bentrokan antara pasukan Siliwangi dan DI-TII/SMK, yang nantinya berlangsung selama 13 tahun.

Long March Siliwangi

Pada Februari 1948, kesatuan tempur TNI di Jawa Barat atau Divisi Siliwangi, terpaksa hijrah ke Jawa Tengah akibat ditandatanganinya Perjanjian Renville.

Namun, pada 18 Desember 1948, Belanda melanggar perjanjian tersebut dengan melancarkan agresi militernya yang kedua.

Pelanggaran terhadap Perjanjian Renville sama saja dengan membatalkan persetujuan gencatan senjata.

Sebagai respon, semua angkatan perang Indonesia diturunkan untuk menghadapi serangan Belanda, termasuk Divisi Siliwangi.

Baca juga: Divisi Siliwangi Hijrah ke Jawa Tengah

Kepala Staf Divisi Siliwangi, Letnan Kolonel Daan Yahya, segera menghadap Panglima Tertinggi Angkatan Perang Republik Indonesia untuk melaporkan pelaksanaan "Long March".

"Long March" berarti seluruh anggota Divisi Siliwangi yang berada di Jawa Tengah akan menempuh jarak ratusan kilometer untuk kembali ke kampung halamannya di Jawa Barat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.