Sejarah Ahmadiyah di Indonesia

Kompas.com - 25/11/2021, 12:00 WIB
Santri Ahmadi dan penganut baru Ahmadiyah Indonesia bersama Khalifah Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad pada 1930-an. Wikimedia CommonsSantri Ahmadi dan penganut baru Ahmadiyah Indonesia bersama Khalifah Mirza Bashir-ud-Din Mahmood Ahmad pada 1930-an.

KOMPAS.com - Ahmadiyah merupakan sebuah gerakan keagamaan Islam yang lahir di India pada 23 Maret 1889.

Meski sejak awal berdiri telah memicu banyak kontroversi hingga penganutnya dicap murtad oleh sebagian kalangan, gerakan ini terus menarik banyak pengikut.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah menyatakan bahwa Ahmadiyah menyimpang serta sesat.

Kendati demikian, pengikutnya di Indonesia juga masih bertahan dan hidup berdampingan dengan organisasi Islam yang lain.

Lantas, bagaimana sejarah Ahmadiyah di Indonesia?

Keberangkatan "tiga serangkai" ke India

Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah, Mirza Ghulam Ahmad, sejak awal mendakwahkan diri sebagai seorang pembaru, Masih Mau'ud (Isa yang dijanjikan), dan Imam Mahdi yang ditunggu oleh umat Islam pada akhir zaman.

Ia percaya bahwa tugas utamanya adalah menghidupkan agama dan menegakkan syariat Islam ke seluruh penjuru dunia.

Setelah Mirza Ghulam Ahmad meninggal pada 1907, Jamaah Muslim Ahmadiyah dilestarikan dengan menunjuk seorang khalifah untuk memimpin mereka.

Baca juga: Mirza Ghulam Ahmad, Pendiri Jamaah Muslim Ahmadiyah

Buku-buku Muslim Ahmadi pun terus menyebar dan mencapai negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada 1920-an.

Pada 1922, tiga pemuda Indonesia bernama Abubakar Ayyub, Ahmad Nuruddin, dan Zaini Dahlan, berangkat ke India.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.