Syam'un: Asal Usul, Peran, dan Perjuangan

Kompas.com - 20/07/2021, 16:00 WIB
KH Syam'un Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional IndonesiaKH Syam'un

Tahun 1929, cabang-cabang pesantren yang ia dirikan juga mulai bermunculan di sejumlah wilayah Banten. 

Pada 1936, ia mendirikan sekolah dasar umum atau HIS. 

Pasca kekuasaan pemerintahan Hindia Belanda berakhir pada 1942, Syam'un menjadi salah satu tokoh yang didekati oleh pemerintah pendudukan Jepang untuk merebut simpati rakyat Banten.

Riwayat kegiatan militer KH Syam'un bermula ketika pasukan Jepang di Indonesia mengajak KH Syam'un bergabung bersama Pembela Tanah Air (PETA) pada November 1943. Ia menjadi daidanco atau komandan batalion.

KH Syam'un didekati pihak Jepang karena mereka selalu mengincar tokoh rakyat, seperti pemimpin partai, agama, kiai, dan pamong praja untuk menjadi daidanco.

Sebenarnya KH Syam'un berat hati menerima ajakan tersebut karena Jepang mengatakan apabila KH Syam'un menolak maka perguruan Al-Khaeriyah akan ditutup.

Selama bergabung dalam PETA, Syam'un banyak belajar soal taktik dan strategi militer. Ia berhasil menyusun stuktur militer Banten. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia kemudian memperoleh tugas dari KH Tb. Achmad Chatib untuk menghantam gerakan Tje Mamat, seorang tokoh perlawanan. 

Syam'un berhasil menaklukkan Tje Mamat pada awal Januari 1946. 

Setelah selesai dengan Tje Mamat, KH Syam'un berhadapan dengan tentara NICA atau Sekutu. Ia melawan Belanda dengan bertindak sebagai Panglima Divisi 1000/1 (Divisi Siliwangi) hingga Maret 1947. 

Syam'un bertugas untuk menahan infiltrasi NICA dan Sekutu ke Banten. 

Baca juga: Sejarah Bioskop di Indonesia

Wafat

KH Syam'un wafat pada 2 Maret 1949 di Gunung Cacaban Anyer.

Atas peran dan jasanya, ia ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Jokowi pada 8 November 2018. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.