Dampak Konflik Sampit

Kompas.com - 30/07/2021, 12:00 WIB
Mentaya Sampit Wikimedia CommonsMentaya Sampit

KOMPAS.com - Konflik Sampit terjadi pada 2001 di Kalimantan Tengah. 

Konflik ini terjadi pada antaretnis yang berawal dari bentrokan warga Suku Dayak dan Madura pada 18 Februari 2001. 

Konflik ini bahkan menyebar ke seluruh Provinsi Kalimantan Tengah, termasuk ibu kota Palangkaraya. 

Konflik Sampit sendiri terjadi karena persaingan di bidang ekonomi.

Akibatnya, konflik Sampit ini memberikan dampak yang cukup signifikan.

Tidak hanya berkenaan dengan kondisi perekonomian saja, melainkan juga merenggut banyak korban jiwa. 

Baca juga: Depati Amir: Kehidupan, Perjuangan, dan Akhir Hidup

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemenggalan Kepala

Akibat dari Konflik Sampit ini setidaknya terdapat 100 warga Madura yang kepalanya dipenggal oleh kepala Suku Dayak. 

Selain itu, tercatat ada sekitar 469 orang tewas dalam peristiwa tragis ini. 

Oleh sebab itu, konflik antar etnis ini juga menghentikan aktivitas sekolah untuk beberapa waktu.

Bahkan kantor-kantor milik pemerintah maupun swasta juga dihentikan secara sementara sampai situasi kembali kondusif.

Baca juga: Lafran Pane: Pendidikan, Peran, dan Karyanya

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.