Tan Malaka: Masa Muda, Perjuangan, Peran, dan Akhir Hidupnya

Kompas.com - 12/05/2021, 16:36 WIB
Pahlawan nasional Indonesia, Tan Malaka, lahir di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat. Iwan RakeltaPahlawan nasional Indonesia, Tan Malaka, lahir di Nagari Pandam Gadang, Sumatera Barat.

Dari tujuan ini sudah jelas terlihat semangat nasionalisema yang begitu kuat di dalamnya, berbeda dengan PKI. 

Maka tak heran jika Tan Malaka dianggap sebagai pemimpin komunis nasionalis. 

Penangkapan

Sebelum terjadi serangan umum kedua Belanda, pada 12 November, Tan Malaka pergi meninggalkan Yogyakarta.

Ia pergi bersama dengan kawalan Laskar Rakyat Jawa Barat dan Barisan Banteng menuju Kediri. 

Kehadiran Tan Malaka di Kediri mendapat sambutan baik dari rakyat di sana.

Pada 21 Desember, Tan Malaka menyampaikan pidatonya yang berisikan seruan kepada rakyat agar tidak percaya pada kaum imperialis Barat, tidak perlu melakukan perundingan, dan kemerdekaan akan diraih hanya dengan mengangkat senjata dan mengalahkan musuh.

Mendengar pidato tersebut, lawan-lawan politiknya mulai curiga terhadap Tan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka menuduh bahwa Tan sedang berusaha untuk melakukan pemberontakan dengan mengambil simpati rakyat.

Pihak militer dari kubu pemerintah di Jawa Timur juga merasa tidak senang dengan seruannya mengenai tidak perlu ada perundingan dan memilih jalan perang.

Beberapa pihak militer bahkan menyebarkan isu bahwa Tan Malaka akan membentuk Republik Murba.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X