Membangun Karakter dan Keunggulan Bangsa Lewat Olahraga

Kompas.com - 03/03/2021, 09:27 WIB
Ilustrasi berolahraga di masa pandemi. Ilustrasi berolahraga di masa pandemi.

SEMANGAT nasionalisme sangat diperlukan untuk gagasan pembangunan bangsa. Selain agama, olahraga adalah satu-satunya benang merah yang mengikat warga masyarakat dan menumbuhkan semangat patriotisme, serta melawan primordialisme dan desain jahat berbagai kekuatan separatis.

Kita semua tentu masih ingat pengalaman menonton liputan televisi Asian Games 2018 lalu. Ketika Jonathan Christy misalnya, meraih satu emas dalam cabang bulutangkis tunggal putra, kita spontan berseru- “Ya, kita berhasil!”

Pengalaman kecil tersebut menunjukkan betapa ada hubungan emosional yang kuat di antara para penggemar dengan olahraga.

Membangun dan mendefinisikan karakter suatu bangsa

Semua kita memahami bahwa olahraga, apa pun jenis atau cabangnya, pada hakikatnya membantu meningkatkan kualitas diri seperti disiplin, tekad, kerja tim, dan hasrat untuk kebugaran dalam jiwa suatu bangsa.

Tak dapat dipungkiri, setelah revolusi industri, hidup kita menjadi jauh lebih tidak aktif daripada pendahulu kita, berkat berbagai kenyamanan yang dibawa oleh kemajuan teknologi.

Banyak dari pencapaian ilmiah yang kita terima begitu saja, telah membuat hidup kita jauh lebih mudah sehingga mengurangi tingkat aktivitas fisik kita.

Namun, begitu kita menyukai dan menjalankan aktivitas berolahraga secara teratur, kebajikan-kebajikan seperti: kerja tim, etika, komitmen, dan sportivitas menjadi kualitas yang melekat seumur hidup dan olaraga mengajarkan itu.

Billie Jean King, mantan petenis nomor satu Amerika Serikat pernah berkata begini, ‘Olahraga mengajari Anda karakter. Ia mengajari Anda bermain sesuai aturan. Ia mengajari Anda untuk mengetahui bagaimana rasanya menang dan kalah. Singkat kata, olahraga mengajari Anda tentang kehidupan.”

Belajar dari Nairobi dan Brasil

Selain dapat meningkatkan perasaan nasionalisme dan mengembangkan karakter (diri) bangsa, olahraga dapat menjadi wahana yang dapat membantu kita dalam membimbing kaum muda ke jalan hidup yang benar.

Di Nairobi, Afrika, misalnya, Mathare Youth Sports Association (MYSA) telah menggunakan program sepak bola remaja di daerah kumuh untuk membawa perubahan dan harapan dalam kehidupan banyak anak miskin di daerah kumuh.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X