Genjot Fisik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Gunakan Kalimat Pedas

Kompas.com - 19/02/2020, 20:16 WIB
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong setelah memimpin pemusatan latihan hari pertama di Stadion Madya, Jumat 14 Februari 2020. BOLASPORT.COM/ Muhammad Alif Aziz MardiansyahPelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong setelah memimpin pemusatan latihan hari pertama di Stadion Madya, Jumat 14 Februari 2020.

JAKARTA, KOMPAS — Karakter Shin Tae-yong, pelatih tim nasional sepak bola Indonesia, kian terlihat di hari keempat pemusatan latihan di Stadion Madya Senayan, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Pelatih asal Korea Selatan yang dikenal disiplin dan sangat detail itu tidak segan berkata ”pedas” kepada para pemain yang berulang kali melakukan kesalahan.

”Kalian ini mengoper (bola) saja tidak bisa. Anak sekolah dasar saja bisa passing seperti ini. Kalian ini, kan, pemain timnas. Apa tidak malu dengan predikat ini?” teriak Shin melalui penerjemahnya, Jeong Seok-seo, ketika menghentikan latihan sejenak sekaligus memberikan koreksi tegas terkait kualitas operan para pemain tim ”Garuda”, kemarin.

Pada latihan itu, kualitas operan para pemain timnas, khususnya pada sentuhan satu-dua, terlihat masih jauh dari sempurna.

Bola sering kali tidak meluncur tepat ke kaki para pemain, bahkan terkadang mengarah liar tidak tentu arah. Semua itu diamati saksama oleh Shin, mantan pelatih timnas Korsel di Piala Dunia Rusia 2018.

Baca juga: Pengganti Indra Sjafri untuk Dampingi Shin Tae-yong di Timnas Indonesia

Dalam latihan tersebut, Shin menginstruksikan pemain mengawali program dengan melakukan sentuhan kombinasi satu-dua. Pemain harus melakukannya bergantian dan terus berpindah tempat. Ternyata operan mereka masih semrawut.

Kontrol bola mereka pun tidak jarang kurang ”lengket” sehingga ada beberapa pemain yang mencoba menahan bola karena takut kontrolnya kurang baik. Hal itu membuat aliran bola justru melambat. Padahal, Shin meminta bola dioper cepat.

Pelatih fisik Lee Jae-hong juga tidak jarang meneriaki para pemain agar tidak mengendurkan intensitas kecepatan aliran bola. ”Oper keras… oper keras…. Jangan menahan bola. Jangan kurangi intensitas kecepatan. Latihan adalah simulasi pertandingan. Kalau kalian terbiasa menahan bola, ini akan terbawa dalam pertandingan,” teriak Lee.

Secara keseluruhan, irama sentuhan satu-dua para pemain kurang sedap dipandang mata, setidaknya di mata orang awam yang menyaksikan latihan itu. Awalnya, Shin tampak tenang.

Namun, dia terus memutari pemain dari satu kelompok ke kelompok lain. Terlihat dia sangat detail mengamati gerakan semua pemain yang berjumlah sekitar 30 orang itu.

Baca juga: Media Asing Sebut Shin Tae-Yong Tabur Kesedihan buat Thailand dan Vietnam

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X