Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Tentukan Pilihanmu
0 hari menuju
Pemilu 2024
Kompas.com - 06/02/2023, 16:00 WIB

KOMPAS.comLichens atau lumut kerak dikenal sebagai organisme perintis. Namun, tahukah kamu mengapa lichens disebut tumbuhan perintis? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah penjelasan di bawah ini!

Lichens atau lumut kerak kerap dianggap sebagai tumbuhan mengganggu yang tidak penting. Namun, ternyata lichens memiliki peran utama dalam membangun suatu ekosistem.

Lichens adalah tumbuhan perintis

Dilansir dari Biology Online, lichen atau lumut kerak adalah spesies perintis dalam suksesi primer yang memiliki kualitas luar biasa dalam mengkolonisasi substrat berbatu.

Artinya, lichens adalah tumbuhan pertama yang tumbuh di daerah tandus di mana tidak pernah ada tumbuhan maupun hewan yang sebelumnya pernah hidup, berkembang, dan bereproduksi di tempat tersebut.

Baca juga: 8 Manfaat Tumbuhan Lumut dalam Kehidupan Manusia

Lichens menjadi tanaman pertama yang merintis kehidupan di tempat baru yang tandus tanpa adanya kehidupan sedikitpun.

Biasanya, daerah tersebut merupakan pulau baru yang terbentuk karena letusan gunung berapi, daerah yang terkena longsong besar, kehancuran apokaliptik, ataupun daerah dari batuan tanpa adanya makhluk hidup sedikitpun.

Lichens tumbuh dengan cepat dalam daerah tersebut. Dilansir dari Encyclopedia of the Environement, lichen menghasilkan sejumlah besar metabolit sekunder yang memiliki sifat khusus seperti:

  • Fiksasi pada substrat
  • Pemeliharaan keseimbangan air
  • Pengaturan fotosintesis
  • Perlindungan terhadap radiasi cahaya dan suhu ekstrem

Baca juga: Karakteristik Lumut dan Klasifikasinya

Hal tersebut menyebabkan lichens dapat hidup di daerah tandus yang tidak memiliki bahan organik. Di mana daerah tersbeut tidak mungkin dihuni oleh makhluk hidup lainnya.

Lichens tidak tumbuh tinggi, namun mereka tumbuh meluas dengan cepat. Dilansir dari Biology LibreTexts, lichens kemudian memecah batuan vulkanik kaya mineral menjadi tanah yang memungkinkan spesies lain untuk tumbuh.

Terbentuknya ekosistem baru

Lichens yang mati kemudian akan membusuk dan menambah bahan organik dalam tanah yang dipecahnya.

Tanah berbahan organik inilah yang kemudian dapat ditumbuhi oleh tanaman lain, menggantikan lichens yang sudah mati.

Baca juga: Apa Peran Dekomposer dalam Proses Transfer Energi?

Lambat laun, daerah tandus tersebut ditumbuhi oleh berbagai jenis tumbuhan. Mikroorganisme dan hewan kemudian berdatangan ke daerah tersebut, sehingga ekosistem baru dapat terbentuk.

Kemampuannya hidup dan membuka ekosistem baru di tempat tandus dengan sedikit bahan organik bahkan tidak ada sama sekali, membuat lichens disebut sebagai tumbuhan perintis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+