Kompas.com - 18/01/2022, 17:52 WIB


KOMPAS.com – Larutan adalah campuran dari zat pelarut dan zat terlarut. Konsentrasi larutan ditentukan oleh rasio antara zat terlarut dan zat pelarutnya. Konsentrasi larutan dapat ditentukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah titrasi asam basa.

Pengertian titrasi asam basa

Dilansir dari Lumen Learning, titrasi asam basa adalah prsedur percobaan yang digunakan untuk menentukan konsentrasi suatu larutan dengan cara menetralkannya dengan asam atau basa yang konsentrasinya telah diketahui.

Pada dasarnya, titrasi adalah menambahkan larutan basa ke larutan asam (atau sebaliknya) hingga mencapai keseimbangan.

Baca juga: Teori Asam Basa: Pengertian Para Ahli dan Sifatnya

Prosedur titrasi asam basa

Bagaimana prosedur titrasi asam basa? Dalam melakukan titrasi, dibutuhkan alat berupa buret dan juga labu Erlenmeyer. Titrasi juga membutuhkan bahan berupa titran, analit, dan indikator asam basa.

  • Analit atau titrat adalah larutan yang tidak diketahui konsentrasinya.
  • Titran adalah larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya.
  • Indikator asam basa adalah zat yang mengalami perubahan warna ketika mendekati titik ekivalen.

Misalnya, larutan yang akan dicari konsentrasinya (analit) adalah larutan asam berupa asam klorida (HCl). Prosedur titrasinya adalah:

  1. Memasukkan titran ke dalam buret
  2. Memasukkan analit ke dalam labu Erlenmeyer
  3. Menambahkan beberapa tetes indikator asam basa ke dalam analit
  4. Meneteskan titran sedikit demi sedikit ke dalam analit
  5. Menghentikan titrasi ketika warna analit berubah
  6. Mencatat volume titran yang masuk ke dalam analit

Baca juga: Sifat Koligatif Larutan: Perbedaan Molaritas dan Molalitas

Warna analit yang berubah merupakan efek dari penambahan indikator asam basa. Warna yang berubah menandakan bahwa titrasi telah mencapai titik ekivalennya.

Dilansir dari Khan Academy, titik ekivalen adalah titik titrasi di mana jumlah titran yang ditambahkan cukup untk menetralkan larutan analit secara sempurna. Pada titik ekivalen inilah asam basa habis bereaksi sehingga mol titran dan analit adalah sama.

Sehingga, didapatkan rumus perhitungan konsentrasi titrasi asam basa sebagai berikut:

Ma x Va x a = Mb x Vb x b

Dengan,
Ma: molaritas larutan asam (M)
Mb: molaritas larutan basa (M)
Va: volume larutan asam (L atau mL)
Vb: volume larutan basa (L atau mL)
a: valensi larutan asam
b: valensi larutan basa

Jika yang ditrasi (analit) adalah HCL, maka titrannya adalah larutan basa (biasanya NaOH). Sehingga, yang dimaksud dengan volume larutan basa (Vb) adalah jumlah volume titran yang masuk ke dalam analit hingga titik ekivalen dicapai.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.