Raja Pertama di Dunia: Raja Sargon dari Akkad

Kompas.com - 11/10/2020, 11:00 WIB
Kepala perunggu seorang raja, mungkin Sargon dari Akkad, dari Nineveh (sekarang di Irak), periode Akkadia, c. 2300 SM; di Museum Irak, Baghdad. britannica.comKepala perunggu seorang raja, mungkin Sargon dari Akkad, dari Nineveh (sekarang di Irak), periode Akkadia, c. 2300 SM; di Museum Irak, Baghdad.

KOMPAS.com - Sebagian besar sejarah mengatakan bahwa raja (laki-laki) adalah yang dominan memerintah sebuah kerajaan dan menjadi simbol kekuatan peradaban.

Dari perpajakan hingga masalah agama dan peperangan, raja-raja memiliki keputusan akhir tentang segala hal penting. Kebanyakan seorang raja berasal dari keturunan waris dari raja sebelumnya.

Sehingga sangat minim sekali, seorang raja berasal dari luar keturunan yang sudah ada.

Raja pertama

Di lansir dari National Geographic, Raja Sargon dari Akkad mendirikan kerajaan pertama di dunia lebih dari 4000 tahun yang lali di Mesopotamia.

Sekaligus menjadi raja pertama di dunia. Menurut legenda, dirinya ditakdirkan untuk memerintah. Namanya memiliki arti raja sejati.

Baca juga: Sejarah Kastil: Asal Mula dan Alasan Dibangun

Sargon dari Akkad tidak diketahui pasti memulai pemerintahannya dari kapan, namun dia menjadi raja hingga 2279 Sebelum Masehi.

Sargon mengambil keuntungan dari legitimasi untuk mendirikan kerajaan pertama di dunia di Mesopotamia. Di Mesopotamia memiliki tanah yang subur di antara Sungai Tigris dan Efrat.

Sargon dan penerusnya mewariskan kepada dunia konsep kekuasaan yang melibatkan lebih dari sekedar keuatan militer. Sargon tidak hanya memenangkan pertempuran dan menimbulkan rasa takut pada musuh.

Dirinya juga membuat rakyat tertib, memberikan keadilan, dan melayani sebagai wakil dewa duniawi yang ditakuti dan dihormati rakyat.

Masa lalu Sargon

Dalam Encyclopaedia Britannica (2015), menurut legenda Sargon dari Akkad lahir secara rahasia dari seorang ibu pendeta yang membuatnya terapung di sungai.

Baca juga: 5 Negara Terkecil di Dunia

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Skola
Mengenal Fluks Magnetik

Mengenal Fluks Magnetik

Skola
Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Skola
Mengenal Penyajian Data

Mengenal Penyajian Data

Skola
Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Skola
Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Skola
Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Skola
Sifat-Sifat Unsur Kimia

Sifat-Sifat Unsur Kimia

Skola
Kelimpahan Unsur di Alam

Kelimpahan Unsur di Alam

Skola
Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Skola
Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Skola
Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Skola
Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Skola
komentar
Close Ads X