Pola Perilaku Produsen dalam Kegiatan Ekonomi

Kompas.com - 09/10/2020, 16:23 WIB
Ilustrasi modal ShutterstockIlustrasi modal

KOMPAS.com – Produsen merupakan salah satu pelaku penting dalam sebuah kegiatan perekonomian. Tanpa adanya produsen, sebuah perekonomian tidak dapat berjalan lancar.

Hal tersebut dikarenakan produsen memiliki peranan penting untuk menyuplai kebutuhan masyarakat.

Dilansir dari buku Kamus Ekonomi (2012) karya Nurul Oktima, pola perilaku produsen berhubungan dengan tiga hal penting, yaitu:

  • Menentukan berapa dan dalam kombinasi bagaimana faktor-faktor produksi digunakan.
  • Menentukan berapa barang dan jasa yang akan diproduksi.
  • Menentukan berapa harga barang dan jasa yang akan dijual.

Baca juga: Peran Pelaku Ekonomi dalam Kegiatan Ekonomi

Faktor-faktor produksi

Kegiatan produksi tidak selamanya berjalan lancar. Ada beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap proses produksi.

Dalam buku Mikro Ekonomi Teori Pengantar (2006) karya Sadono Sukirno, dijelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi produksi, antara lain:

  • Bahan baku (sumber daya alam)

Bahan baku berpengaruh positif terhadap sistem produksi. Semakin tinggi ketersediaan bahan baku, maka semakin banyak barang yang bisa diproduksi. Sehingga output yang dihasilkan pun meningkat.

Contoh bahan baku adalah lahan (untuk pertanian dan perkebunan), bahan-bahan tambang (mineral, tembaga, dan gas alam), dan lingkungan alam (flora, fauna, serta air).

  • Modal

Modal tidak harus uang, tetapi juga bisa dalam bentuk alat-alat produksi. Semakin tinggi modal usaha, semakin banyak pula barang yang bisa dihasilkan.

Baca juga: Manfaat Circular Flow Diagram

Modal sendiri ada beberapa jenis, berdasarkan sifatnya dan berdasarkan bentuknya. Berdasarkan sifatnya, ada dua jenis modal, modal tetap dan modal lancar.

Modal tetap merupakan barang yang dapat dipergunakan berkali-kali dalam proses produksi. Sementara modal lancar yaitu barang yang habis sekali pakai dalam proses produksi.

Berdasarkan bentuknya, terbagi menjadi dua yaitu modal nyata dan tidak nyata. Modal nyata merupakan modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi.

Sedangkan modal tidak nyata adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi tetap memiliki nilai, contohnya keterampilan.

Baca juga: Ketenagakerjaan: Pengertian, kelompok dan Klasifikasi tenaga kerja

  • Ilustrasi Tenaga KerjaSHUTTERSTOCK.com/SORN340 IMAGES Ilustrasi Tenaga Kerja
    Tenaga kerja

Tenaga kerja merupakan salah satu faktor yang berpengaruh positif terhadap sistem produksi. Menurut kualitasnya tenaga kerja dibagi menjadi tiga jenis, yakni:

  1. Tenaga kerja terdidik merupakan tenaga kerja yang telah terdidik melalui pendidikan formal maupun non formal.
  2. Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang mempunyai keahlian yang diperoleh dari pelatihan dan pengalaman.
  3. Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, yaitu tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmaninya dalam kegiatan produksi.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X