Cara Masyarakat Prasejarah Mewariskan Masa Lalunya

Kompas.com - 03/07/2020, 16:00 WIB
Foto dirilis Rabu (30/1/2019), menunjukkan suasana Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga Kampung Naga merupakan salah satu masyarakat adat yang masih memegang tradisi nenek moyang mereka, salah satunya adalah tradisi panen padi. ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMIFoto dirilis Rabu (30/1/2019), menunjukkan suasana Kampung Naga, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Warga Kampung Naga merupakan salah satu masyarakat adat yang masih memegang tradisi nenek moyang mereka, salah satunya adalah tradisi panen padi.

KOMPAS.com - Masyarakat Indonesia saat ini merupakan kelanjutan dari masyarakat yang sudah ada sebelumnya. Turun temurun dari nenek moyang dan mewariskan budayanya kepada masyarakat sekarang.

Di masa lampau, masyarakat sudah hidup secara berkelompok, gotong-royong dan pola kepemimpinannya yang demokratis dan rasional, yaitu primus inter pares.

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia: Masa Prasejarah (2010) karya Junaedi, pola kehidupan masyarakat saat itu dapat berkembang hingga sekarang.

Berikut cara masyarakat prasejarah dalam mewariskan apa yang mereka miliki, yaitu:

  • Melalui keluarga

Keluarga merupakan lingkup sosial terkecil, tetapi paling kental dalam hidup kebersamaan. Nilai-nilai dan tatanan kehidupan dibina terus melalui keluarga.

Baca juga: Ciri-Ciri Masyarakat Praaksara

Hal-hal yangterus dibina mengenai cara membuat alat kebudayaan, bahasa, sampai upacara-upacara yang kemudian dilestarikan secara turun-temurun.

  • Melalui masyarakat

Masyarakat dapat dibedakan berdasarkan budaya yang ada dan berkembang di dalamnya. Masyarakat prasejarah mewariskan masa lalunya dengan benda-benda kebudayaan, baik dari batu, tulang, atau logam.

Selain itu, mereka juga meninggalkan jejak seperti lukisan di dinding gua, sampah dapur, dan gua tempat tinggal.

Selain peninggalan dalam bentuk benda, masyarakat praaksara juga meninggalkan budaya tidak berwujud benda. Bentuk-bentuknya seperti sistem religi (kepercayaan) dan adat istiadat (bahasa, seni, upacara adat, dan sebagainya).

Kebudayaan itu tidak selamanya ada, ada beberapa yang punah namun juga ada yang tetap dipelihara oleh masyarakat. Misalnya, pemberian sesaji pada tempat keramat, pertunjukan hiburan rakyat, tata cara perkawinan, kematian, dan perhitungan hari baik.

Baca juga: Kehidupan Zaman Sejarah di Indonesia

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X