Kompas.com - 13/04/2020, 12:00 WIB
Ilustrasi magnet Ilustrasi magnet

KOMPAS.com - Keberadaan magnet mampu menarik semua benda-benda yang ada di sekitarnya, termasuk makhluk bumi.

Jika hewan mampu mendeteksi medan magnet bumi, manusia membutuhkan bantuan alat, seperti kompas.

Kompas digunakan manusia untuk mengetahui arah utara selatan atau keberadaan kutub utara dan kutub selatan magnet bumi.

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, manusia sering menggunakan magnet dalam kegidupan sehari-hari.

Misalnya seperti speaker, telepon, televisi, bel rumah, dan sebagainya. Di mana alat-alat tersebut memanfaatkan magnet sebagai komponen utamanya.

Baca juga: Hukum Pascal dan Aplikasinya

Konsep gaya magnet

Kata magnet berasal dari bahasa Yunani magnitis lithos yang berarti batu Magnesian.

Magnesian adalah nama sebuah wilayah di Yunani pada masa lalu yang kini bernama Manisa (sekarang berada di wilayah Turki).

Di wilayah tersebut banyak kandungan magnet yang ditemukan sejak zaman prasejarah.

Magnet terbuat dari logam seperti besi dan baja. Magnet memiliki berbagai bentuk dan dinamakan sesuai bentuknya, seperti manget U dan magnet batang.

Penentuan kutub magnet batang dapat dilakukan dengan percobaan sederhana.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X