Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teori Kardinal dalam Perilaku Konsumen

Kompas.com - 22/04/2024, 10:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

KOMPAS.comTeori kardinal adalah pendekatan perilaku konsumen yang berupaya mengukur tingkat kepuasan pelanggan dengan beberapa faktor.

Secara garis besar, teori kardinal memandang bahwa makin berharga atau bergunanya suatu barang, barang itu akan kian diminati.

Apa itu teori kardinal dalam perilaku konsumen?

Pengertian teori kardinal

Menurut Yudi Siyamto, dkk dalam buku Pengantar Ekonomi Mikro (2023), teori kardinal adalah teori yang mengukur tingkat kepuasan konsumen.

Ada dua hal yang wajib diketahui dari teori kardinal, yaitu total utility serta marginal utility.

Baca juga: Contoh Perilaku Konsumen dalam Kehidupan Sehari-hari

Total utility adalah jumlah kepuasan yang diperoleh konsumen karena mengonsumsi beberapa jumlah barang.

Sementara marginal utility adalah tambahan kegunaan total, sebagai akibat dari tambahan unit barang yang dikonsumsi per satuan waktu.

Dikutip dari buku Ekonomi Autodidak (2021) karya Jamal, berikut pengertian teori kardinal dalam perilaku konsumen:

"Teori kardinal adalah pengukuran utilitas atau manfaat barang yang dikonsumsi, dengan memberi peringkat."

Berdasarkan pengertian tersebut, bisa dipahami bahwa konsumen akan memilih serta menggunakan barang dengan peringkat tertinggi.

Baca juga: 4 Pendekatan Tradisional dalam Perilaku Konsumen

Dilansir dari situs Study Smarter, cardinal approach atau pendekatan kardinal adalah konsep ekonomi yang menekankan pada pengukuran kepuasan pelanggan secara kuantitatif.

Maksudnya, tingkat kepuasan atau utilitas yang diperoleh dari konsumsi barang atau jasa, bisa diukur dengan angka.

Sesuai namanya, pendekatan atau teori kardinal akan membuat daftar peringkat atau urutan tingkat kepuasan pelanggan saat mengonsumsi suatu barang atau jasa.

Kesimpulannya, teori kardinal adalah pendekatan atau teori yang mengukur kepuasan pelanggan dengan melakukan pemeringkatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com