Apa Itu Butterfly Effect?

Kompas.com - 01/03/2020, 17:00 WIB
Kupu-kupu jenis Troides di penangkaran Taman Kupu-kupu Gita Persada, Bandar Lampung, awal Juli 2016. Kawasan di kaki Gunung Betung seluas 4,6 hektar itu dulunya lahan kritis dampak pembalakan dan perambahan liar yang direhabilitasi menjadi taman kupu-kupu. KOMPAS/Vina OktaviaKupu-kupu jenis Troides di penangkaran Taman Kupu-kupu Gita Persada, Bandar Lampung, awal Juli 2016. Kawasan di kaki Gunung Betung seluas 4,6 hektar itu dulunya lahan kritis dampak pembalakan dan perambahan liar yang direhabilitasi menjadi taman kupu-kupu.

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mendengar istilah butterfly effect atau efek kupu-kupu? Kalau pernyataan, kepak sayap kupu-kupu di Brasil menimbulkan badai tornado di Texas?

Istilah butterfly effect adalah gagasan umum yang sering ditemukan pada kisah-kisah fiksi ilmiah dewasa ini. Seperti kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan.

Gagasan mengenai perubahan kecil dapat menimbulkan konsekuensi besar tersebut berawal dari istilah butterfly effect.

Asal istilah butterfly effect

Dikutip dari Scholarpedia, akar istilah butterfly effect benar-benar bermula di bidang ilmiah. Dari seorang meteorolog bernama Edward N Lorenz (1917-2008).

Pada 29 Desember 1972, Lorenz berpidato di Pertemuan ke-139 The American Association for the Advancement of Science di Washington DC, Amerika Serikat.

Lorenz mengemukakan pertanyaan penting, apakah kepak sayap kupu-kupu di Brazil mengakibatkan sebuah tornado di Texas?

Pesan utama dari pembicaraan tersebut adalah bahwa perilaku atmosfer tidak stabil sehubungan dengan gangguan amplitudo kecil.

Metafora tersebut memberikan ilustrasi ideal tentang hal kecil yang bertentangan dengan hal besar tetapi menimbulkan dampak.

Pertanyaan tersebut adalah sebuah metafora. Yang menjelaskan bahwa perubahan dan tindakan kecil dapat mengarah pada hasil yang tak disangka.

Baca juga: Mengapa Orang Suka Selfie?

Penggunaan istilah butterfly effect

Dilansir dari Wonderopolis, istilah butterfly effect tidak hanya digunakan dalam studi tentang cuaca. Tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Induksi Magnetik di Sumbu Solenoida dan Toroida

Skola
Mengenal Fluks Magnetik

Mengenal Fluks Magnetik

Skola
Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Induksi Magnetik di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik

Skola
Mengenal Penyajian Data

Mengenal Penyajian Data

Skola
Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Jenis Polarisasi Cahaya dan Pemutaran Bidang Polarisasi

Skola
Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Penentuan Kadar Unsur Kimia dalam Suatu Produk

Skola
Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Kegunaan dan Pembuatan Unsur Kimia dan Senyawanya

Skola
Sifat-Sifat Unsur Kimia

Sifat-Sifat Unsur Kimia

Skola
Kelimpahan Unsur di Alam

Kelimpahan Unsur di Alam

Skola
Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Prinsip Kesetimbangan Kimia dalam Bidang Industri

Skola
Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Hubungan tetapan kesetimbangan Kc dan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Menghitung Reaksi Kesetimbangan Tetapan Kp

Skola
Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Menghitung Reaksi Kesetimbangan dengan Tetapan Kc

Skola
Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Pengertian, Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor

Skola
Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Gaya Magnetik (Gaya Lorentz)

Skola
komentar
Close Ads X