Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Butterfly Effect?

Kompas.com - 01/03/2020, 17:00 WIB
Arum Sutrisni Putri

Penulis

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mendengar istilah butterfly effect atau efek kupu-kupu? Kalau pernyataan, kepak sayap kupu-kupu di Brasil menimbulkan badai tornado di Texas?

Istilah butterfly effect adalah gagasan umum yang sering ditemukan pada kisah-kisah fiksi ilmiah dewasa ini. Seperti kembali ke masa lalu untuk mengubah masa depan.

Gagasan mengenai perubahan kecil dapat menimbulkan konsekuensi besar tersebut berawal dari istilah butterfly effect. Tahukah kamu alasan di baliknya?

Asal istilah butterfly effect

Dikutip dari Scholarpedia, akar istilah butterfly effect benar-benar bermula di bidang ilmiah. Dari seorang meteorolog bernama Edward N Lorenz (1917-2008).

Pada 29 Desember 1972, Lorenz berpidato di Pertemuan ke-139 The American Association for the Advancement of Science di Washington DC, Amerika Serikat.

Lorenz mengemukakan pertanyaan penting, apakah kepak sayap kupu-kupu di Brazil mengakibatkan sebuah tornado di Texas?

Pesan utama dari pembicaraan tersebut adalah bahwa perilaku atmosfer tidak stabil sehubungan dengan gangguan amplitudo kecil.

Metafora tersebut memberikan ilustrasi ideal tentang hal kecil yang bertentangan dengan hal besar tetapi menimbulkan dampak.

Pertanyaan tersebut adalah sebuah metafora. Yang menjelaskan bahwa perubahan dan tindakan kecil dapat mengarah pada hasil yang tak disangka.

Baca juga: Mengapa Orang Suka Selfie?

Penggunaan istilah butterfly effect

Dilansir dari Wonderopolis, istilah butterfly effect tidak hanya digunakan dalam studi tentang cuaca. Tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang menggunakan istilah butterfly effect untuk menjelaskan aksi kecil dapat memulai rangkaian peristiwa yang menyebabkan efek lebih besar dan tidak terduga.

Butterfly effect bisa terlihat dari peristiwa dalam kehidupan sehari-hari. Misal, tentang cara memperlakukan orang lain.

Ketika kamu mengatakan sesuatu yang baik kepada seorang teman, bisa jadi akan menimbulkan efek besar di kemudian hari.

Begitu pula sebaliknya, bisa jadi kalimat negatif yang kamu katakan pada teman, akan menimbulkan dampak besar di masa depan.

Baca juga: Mengapa Orang Butuh Tidur?

Kecil tapi berdampak

Bagaimana tindakan kecil dapat menghasilkan dampak yang lebih besar? 

Kamu mungkin tidak dapat memprediksi efek tindakan kecil. Hal kecil yang telah kamu lakukan mungkin terlihat sepele atau tidak penting.

Tetapi efek kupu-kupu menunjukkan, perubahan atau tindakan kecil hari ini dapat menimbulkan konsekuensi tidak terduga di masa depan.

Contoh, tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, menjaga pola hidup sehat, rajin belajar, berbuat kebaikan, dan hal-hal kecil lain.

Meski belum tentu dapat dilihat dampaknya saat ini, bisa jadi hal-hal kecil tersebut menimbulkan dampak besar di kemudian hari.

Misal, rajin belajar akan membuat kamu pintar, siap menghadapi ujian, menjuarai perlombaan akademik, mengukir prestasi diri, membanggakan keluarga hingga bangsa.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com