Zaman Paleolitikum, Masa Hidupnya Homo Soloensis dan Homo Wajakensis

Kompas.com - 04/06/2022, 06:00 WIB

KOMPAS.comHomo soloensis dan Homo wajakensis adalah pendukung peradaban zaman paleolitikum. Zaman paleolitikum merupakan bagian dari zaman praaksara. Setiap zaman memiliki kebudayaan yang khas yang membedakannya dari zaman yang lain, begitu pula zaman paleolitikum.

Periode zaman paleolitikum

Untuk menjelaskan posisi waktu zaman paleolitikum, kita perlu memahami zaman praaksara. Zaman praaksara terbagi menjadi dua zaman berdasarkan alat kebudayaan yang diciptakan, yaitu zaman batu dan zaman logam. Paleolitikum berada pada zaman batu.

Zaman batu terbagi lagi menjadi tiga zaman:

  • Paleolitikum: zaman batu tua
  • Mesolitikum: zaman batu tengah
  • Neolitikum: zaman batu muda

Pada artikel ini, kita akan fokus membahas zaman paleolitikum yang terjadi pada tahun 2,5 juta tahun Sebelum Masehi hingga 10.000 Sebelum Masehi.

Manusia pendukung zaman paleolitikum

Berikut ini adalah daftar manusia purba yang hidup pada zaman paleolitikum:

  • Pitecanthropus mojokertensis
  • Meganthropus erectus atau Homo erectus
  • Homo wajakensis
  • Homo soloensis

Baca juga: Ahli Temukan Kerangka Bayi Kembar Identik dari Era Paleolitikum Akhir

Kebudayaan zaman paleolitikum

Zaman paleolitikum ditandai dengan alat-alat dari batu yang masih berbentuk sangat sederhana, bahkan cenderung kasar. Kebudayaan zaman paleolitikum terbagi menjadi dua, yaitu kebudayaan Ngandong dan Pacitan.

Pada kebudayaan Ngandong, alat-alat yang dibuat sebagian besar terbuat dari tulang. Sementara pada kebudayaan Pacitan, alat-alat didominasi oleh alat-alat batu.

Bentuk alat-alat dari tulang yang ditemukan berbentuk seperti belati dan ujung tombak. Alat-alat ini diyakini digunakan untuk menangkap ikan dan mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah.

Bentuk alat-alat dari batu yang ditemukan adalah alat-alat yang menyerupai kapak, namun tanpa pegangan. Alat ini disebut juga dengan kapak genggam atau kapak perimbas. Alat ini dibuat dengan menajamkan salah satu sisi batu yang digunakan sebagai pegangan.

Manusia pada zaman ini hidup dengan berkelompok, sekitar 10 sampai 15 orang. Manusia mencari makan dengan berburu dan mengambil langsung dari alam. Pada zaman ini, mereka sudah mengenal api, sayangnya hanya digunakan untuk menakuti binatang buruan saja.

Mereka sangat mengandalkan ketersediaan makanan di sekitar tempat mereka berdiam dan belum bisa memproduksi makanan sendiri. Oleh karena itu, manusia pada zaman ini sering berpindah-pindah untuk mencari tempat yang menyediakan makanan.

Umumnya, mereka akan tinggal di dalam gua yang dekat dengan sungai. Gua akan digunakan untuk tempat mereka berteduh dan berlindung dari binatang buas. Sedangkan sungai memudahkan mereka dalam mencari makanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.