Ahli Temukan Kerangka Bayi Kembar Identik dari Era Paleolitikum Akhir

Kompas.com - 12/11/2020, 09:03 WIB
Kerangka bayi kembar identik yang ditemukan di situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria. iflscienceKerangka bayi kembar identik yang ditemukan di situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria.

KOMPAS.com - Peneliti berhasil menemukan bukti paling awal keberadaan kembar identik pada manusia. Hal tersebut terungkap berdasarkan hasil analisis DNA purba yang ditemukan di sebuah kuburan di era Peleolitikum Akhir.

Seperti dikutip IFL Science, Rabu (11/11/2020) makam tersebut berisi sisa-sisa kerangka dua bayi yang baru lahir.

Makam yang berisi bayi kembar itu berbentuk oval dan diletakkan berdampingan menghadap timur dengan tengkorak mengarah ke utara.

Baca juga: Makam Anak dan Jejak Perjalanan Manusia Purba di Pulau Alor

Lebih lanjut, peneliti menyebut jika bayi dibaringkan dengan 53 manik-manik yang terbuat dari gading mamoth yang berukuran seragam.

Peneliti berpendapat bahwa manik-manik itu digunakan sebagai persembahan.

Makam bayi yang ditemukan di situs Gravettian Krems-Wachtberg di Austria itu juga tidak ditutup dengan tanah, melainkan ditutup dengan mengunakan tulang belikat mammoth yang telah dikelupas dengan menggunakan alat.

Dengan metode seperti itu, menurut peneliti bayi-bayi berarti diawetkan dengan baik sehingga memungkinkan para peneliti untuk melakukan analisis DNA menggunakan gigi bayi yang baru lahir.

Hasil analisis pun berhasil mengungkapkan bahwa si kembar merupakan bayi baru lahir yang berusia tak lebih dari dua bulan.

Hanya saja menurut peneliti, kedua bayi meninggal di waktu yang berbeda.

Bayi pertama langsung meninggal setelah dilahirkan sementara bayi kedua meninggal 50 hari kemudian.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Gempa Hari Ini: M 5,3 Guncang Laut Banda Dipicu Aktivitas Subduksi

Fenomena
Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Sistem Kekebalan Tubuh dapat Mengingat Virus Corona Selama 6 Bulan

Oh Begitu
Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Selain Risiko Kematian, Pasien Covid-19 Dihantui Gejala Menetap

Oh Begitu
Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Lapan: Berkurangnya Area Hutan Picu Banjir Kalimantan Selatan

Oh Begitu
Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
komentar
Close Ads X